Houthi Peringatkan Wilayah Udara Saudi Tak Aman
Kelompok Houthi di Yaman memperingatkan warga sipil dan pekerja agar menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi di tengah berlanjutnya serangan terhadap negara tersebut.
Kelompok itu juga menyatakan wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas Kota Mekah dan Madinah, seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Peringatan tersebut disampaikan melalui kantor berita Saba yang dikelola Houthi dengan mengutip sumber militer kelompok tersebut.
Baca Juga: Bahlil Sebut Data Center Butuh Tambahan Listrik 20 GW
“Wilayah udara Saudi tidak aman, kecuali di atas Mekah dan Madinah,” kata sumber militer itu.
Sumber tersebut turut memperingatkan pihak-pihak yang telah menerima ancaman agar tidak mengabaikannya. Namun, Houthi tidak menjelaskan secara terperinci bentuk ancaman maupun tindakan militer yang mungkin dilakukan.
Selain itu, Houthi mendesak para pemegang saham perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, untuk menjual saham mereka guna menghindari potensi kerugian.
“Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco untuk menarik saham mereka sebelum terlambat,” ujar sumber tersebut.
Peringatan itu muncul setelah sejumlah insiden keamanan terjadi di Arab Saudi. Pertahanan Sipil Saudi sebelumnya melaporkan enam orang terluka akibat hantaman proyektil di kawasan permukiman Kota Najran, menurut laporan Middle East Monitor.
Baca Juga: Trump Ingin Bertemu Putin dan Xi, Bahas Senjata Nuklir
Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Khamis Mushait, sebuah kota di Arab Saudi.
Rangkaian insiden tersebut menambah ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi yang meningkat sejak awal Oktober.
Koalisi pimpinan Saudi dilaporkan telah mengumumkan “operasi skala besar” untuk menargetkan kemampuan militer Houthi.
Sebagai balasan, kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menyasar bandara serta sejumlah fasilitas di Arab Saudi.
