Taiwan Tegaskan Tak Bisa Jadi Alat Tawar AS-China
Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan negaranya tidak akan pernah menjadi alat tawar politik dalam hubungan antara Amerika Serikat dan China.
Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan dapat dijadikan bagian dari negosiasi dengan Beijing.
“Penjualan senjata AS yang berkelanjutan ke Taiwan dan pendalaman kerja sama keamanan Taiwan-AS tidak hanya diperlukan tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” tulis Lai melalui akun Facebook resminya, dikutip dari AFP, Senin (18/5/2026).
Lai menegaskan Taiwan memiliki posisi penting dalam geopolitik global sehingga tidak bisa dijadikan komoditas dalam negosiasi politik.
Penjualan Senjata hingga Isu Kemerdekaan Taiwan
Sebelumnya, Trump baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Beijing dan bertemu Presiden China Xi Jinping.
Dalam pertemuan tersebut, Xi disebut meminta Trump menghentikan dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan.
Usai KTT, Trump mengatakan penjualan senjata AS ke Taiwan akan sangat bergantung pada hubungan dengan China dan bisa menjadi alat tawar yang baik dalam negosiasi.
Baca Juga: Trump Balik dari China Tanpa Deal Jumbo seperti 2017
Pernyataan itu memicu kekhawatiran di Taipei karena Amerika Serikat selama ini menjadi pemasok utama persenjataan Taiwan berdasarkan Undang-Undang Hubungan Taiwan.
Ketua DPR AS Mike Johnson menilai respons Taiwan merupakan hal yang wajar.
“Mereka harus sedikit menunjukkan kekuatan mereka,” ungkap Johnson kepada Fox News.
“China tidak bisa begitu saja merebut wilayah, kita akan berdiri teguh, dan Kongres pun akan demikian,” lanjut dia.
Parlemen Taiwan sendiri baru menyetujui rancangan anggaran pertahanan senilai 25 miliar dollar AS untuk membeli senjata buatan Amerika Serikat.
Trump juga sebelumnya memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan formal.
“Saya tidak ingin ada yang menjadi independen. Anda tahu, kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu,” ujar Trump kepada Fox News.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan negaranya merupakan negara demokrasi yang berdaulat.
“Taiwan adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok,” kata kementerian tersebut dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Iran Dapat Ultimatum Trump, Ancam Tak Ada yang Tersisa
Kementerian juga menegaskan penjualan senjata AS menjadi bagian penting dari kerja sama keamanan kedua pihak.
“Persenjataan tersebut bukan hanya komitmen keamanan AS kepada Taiwan yang secara jelas tercantum dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi juga bentuk pencegahan bersama terhadap ancaman regional,” tegas kementerian.
Sementara itu, Lai menilai China menjadi sumber utama ketidakstabilan kawasan, namun Taiwan disebut tidak ingin memperbesar konflik.
“Yang ingin kami pertahankan adalah status quo, tidak ada yang namanya isu ‘kemerdekaan Taiwan’,” pungkas Lai.
