Trump Segera Lantik Kevin Warsh Jadi Bos The Fed, Terkaya dalam Sejarah AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melantik Kevin Warsh sebagai pimpinan baru bank sentral AS atau Federal Reserve pada Jumat (22/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi tahap akhir dari proses panjang penunjukan Warsh yang telah berlangsung sejak pertengahan 2025.
Mengutip CNBC International, seorang pejabat Gedung Putih memastikan upacara pelantikan akan berlangsung pekan ini setelah seluruh proses politik dan birokrasi rampung dijalankan.
“Presiden Donald Trump akan melantik Kevin Warsh, pilihan yang ditunjuk langsung olehnya untuk memimpin The Fed, dalam sebuah upacara pada hari Jumat,” ujar seorang pejabat Gedung Putih, Senin waktu setempat.
Baca Juga: Benteng Perang di Perbatasan Disiapkan Kim Jong Un
Warsh yang kini berusia 56 tahun akan menggantikan posisi Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Jumat lalu.
Meski masa tugasnya selesai, Powell masih menjalankan fungsi kepemimpinan sementara hingga Warsh resmi mengambil alih operasional penuh bank sentral AS.
Jadi Ketua The Fed Terkaya dalam Sejarah
Setelah resmi dilantik, Warsh akan menjadi ketua ke-11 The Fed di era modern sekaligus tercatat sebagai pimpinan bank sentral terkaya sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Kekayaannya diperkirakan mencapai 170 juta dollar AS hingga 226 juta dollar AS atau sekitar Rp3 triliun hingga Rp3,9 triliun.
Dengan posisi barunya itu, Warsh diwajibkan melepas sebagian besar portofolio investasinya guna mematuhi aturan ketat etika pejabat tinggi The Fed.
Pelantikan Warsh juga dinilai memiliki makna politik yang besar karena Trump disebut berharap kepemimpinan baru The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter melalui penurunan suku bunga.
Baca Juga: Kuba Punya 300 Drone Tempur Iran, AS Ketar-Ketir
Namun, pasar keuangan menilai langkah tersebut tidak akan mudah dilakukan dalam waktu dekat karena inflasi AS masih tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja relatif kuat.
Bank sentral AS diperkirakan baru akan memangkas suku bunga jika inflasi benar-benar bergerak menuju target jangka panjang sebesar 2 persen.
Di sisi lain, tantangan besar juga menanti kepemimpinan Warsh karena The Fed di bawah Powell dinilai gagal menjaga inflasi sesuai target selama lebih dari lima tahun berturut-turut.
