Bahlil Minta Masyarakat Gunakan BBM-LPG Secara Bijak di Tengah Tekanan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan energi nasional, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG), masih dalam kondisi aman.
Meski demikian, di tengah dinamika geopolitik global yang masih bergejolak, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan energi secara efisien dan tidak berlebihan.
Baca Juga : Prabowo Kebut 13 Proyek Hilirisasi Baru, Tembus Rp 239T
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi ketidakpastian global. Hal tersebut dilakukan atas arahan langsung dari Prabowo Subianto yang meminta jajaran terkait untuk mencari alternatif pasokan minyak dari berbagai negara sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri.
“Presiden perintahkan kepada saya dan tim untuk mencari pasokan minyak hampir dari semua negara dan optimalkan sumber energi di negara kita. Sekalipun negara tetangga di Asia masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan dalam keadaan darurat, kita yakinkan bahwa Solar kita insya Allah tidak impor, jadi clear. BBM bensin 50% impor, sebagian dari dalam negeri. LPG saya yakin kita dalam kondisi insya Allah dalam kondisi baik,” tutur Bahlil saat konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengajak masyarakat untuk turut berperan menjaga ketersediaan energi dengan menggunakan bahan bakar secara bijak, dan tidak berlebihan. Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global.
Bahlil menambahkan bahwa cadangan minyak nasional hingga saat ini masih berada pada tingkat standar nasional, baik untuk solar maupun bensin.
“Minyak kita masih dalam taraf standar (cadangan) nasional, baik Solar dan bensin,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa cadangan minyak yang tersimpan di tangki nasional minimal mampu mencukupi kebutuhan selama 21 hari, dan akan terus diperbarui setiap hari melalui pasokan baru. Selain itu, apabila suplai dari kawasan Timur Tengah terganggu, pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.
“Saya sampaikan bahwa kita pakai energi dengan bijak. Tolong SPBU bukan untuk industri. Kalau satu hari contoh 1 hari 30-40 liter itu cukup, gak perlu panic buying, pakai secukupnya. Jangan SPBU mobil truk bukan untuk antri tapi jual lagi. Kita harus sama-sama bijak dalam menghadapi kondisi global,” ujarnya.
Baca Juga : Bahlil Percaya Stok BBM RI Aman, Meski Dunia Terdampak
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan bahan bakar yang dapat memicu kelangkaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi membutuhkan dukungan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.
“Saya mohon kepada Saudara-saudara saya oknum penimbunan lihat ini Ibu Pertiwi perlu Anda bijak, jangan lakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan, jangan dilakukan,” ujarnya mengimbau oknum-oknum yang melakukan penimbunan BBM.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri seluruh pihak. Ayo kita kawal negara kita, kami bisa mendatangkan minyak seperti yang kami lakukan dalam beberapa bulan terakhir untuk kondisi ini. Kalau rakyat gak bisa bijak berarti gak mau dukung,” tandasnya.
