Banjir Besar Thailand Tewaskan 176, Pemerintah Bereaksi
Negara tetangga Indonesia, Thailand, turut mengalami banjir besar pada akhir pekan lalu. Berdasarkan laporan AFP, Kamis (2/12/2025), sebanyak 176 orang dilaporkan meninggal akibat bencana tersebut, yang melanda wilayah selatan Thailand, khususnya Hat Yai di Provinsi Songkhla.
Situasi ini memicu kritik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnviralkul serta pemerintah daerah setempat. Sejak bencana terjadi, pemerintah pusat telah memberhentikan bupati Hat Yai dan memutasi kepala kepolisian wilayah tersebut.
Baca Juga : 27.000 Ha Sawah di Sumatera Terendam Banjir
Keduanya dinilai bertanggung jawab atas besarnya kerusakan dan banyaknya korban jiwa. Reuters melaporkan bahwa warga tidak memperoleh peringatan memadai dari otoritas setempat ketika hujan deras menyebabkan kenaikan permukaan air, sehingga banyak penduduk terjebak di dalam rumah.
Atas musibah tersebut, PM Anutin menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan pemerintah daerah melindungi masyarakat dan berkomitmen melakukan perbaikan. Ia menugaskan delegasi untuk meninjau kondisi terkini guna menyiapkan paket bantuan, termasuk pinjaman lunak dan dukungan finansial yang lebih menyeluruh bagi warga terdampak.
Mengutip Bangkok Post, PM menegaskan bahwa peninjauan langsung diperlukan untuk memahami kondisi lapangan secara utuh dan mempercepat langkah pemerintah. Pemerintah juga berjanji memberikan bantuan sebesar 9.000 baht (sekitar Rp 4,5 juta) untuk setiap rumah tangga yang terkena dampak, dengan penyaluran dana ditargetkan berlangsung minggu depan.
Penyebab utama banjir parah di Hat Yai berkaitan dengan kondisi geografis kawasan Songkhla yang berbentuk “cekungan”, sehingga membutuhkan penataan ulang desain jalan demi meningkatkan sistem drainase. PM Anutin juga menyoroti perlunya sistem peringatan evakuasi yang lebih efektif.
Baca Juga : Temukan Migas di Indramayu Usai Bor 2.500 Meter

[…] Banjir Besar Thailand Tewaskan 176, Pemerintah Bereaksi […]