IMF Siaga! Bantuan Darurat Disiapkan untuk Negara Terdampak Perang Iran
Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund sedang melakukan pemetaan terhadap sejumlah negara yang berpotensi memerlukan bantuan darurat, apabila konflik antara Israel Defense Forces dan Hamas berkembang menjadi perang regional yang turut melibatkan Iran.
Berdasarkan laporan dari Reuters dan Bloomberg, IMF telah meminta masing-masing unit kerja regionalnya untuk menyampaikan analisis mendalam mengenai kondisi ekonomi negara anggota. Kajian tersebut mencakup berbagai indikator penting, seperti neraca transaksi berjalan hingga potensi kebutuhan pendanaan tambahan.
Penilaian yang dilakukan IMF disebut berfokus pada negara-negara yang saat ini masih memiliki program pembiayaan aktif dari lembaga tersebut. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi potensi kerentanan ekonomi sekaligus menyiapkan langkah mitigasi apabila konflik di Timur Tengah berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Baca Juga : Trump Klaim Iran Takut Akui Negosiasi Damai dengan AS, Kenapa?
ADB Siapkan Paket Dukungan untuk Negara Berkembang
Langkah serupa juga dilakukan oleh Asian Development Bank yang menyatakan, kesiapannya untuk menyalurkan paket bantuan finansial kepada negara-negara anggota, khususnya negara berkembang, untul menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan dari dampak konflik Timur Tengah.
Presiden ADB, Masato Kanda, menjelaskan bahwa dukungan yang disiapkan mencakup pembiayaan perdagangan dan penguatan rantai pasokan untuk menjamin kelancaran impor barang penting, termasuk minyak.
”ADB akan memberikan bantuan yang cepat, fleksibel, dan terukur untuk membantu negara-negara mengelola tekanan langsung dan memperkuat ketahanan jangka panjang, terutama dukungan anggaran yang cepat dicairkan serta pembiayaan perdagangan dan rantai pasokan untuk mengamankan impor barang-barang penting, termasuk minyak,” kata Presiden ADB Masato Kanda dikutip dari pengumuman ADB pada Rabu (25/3/2026).
“Ini didasarkan pada rekam jejak kami yang kuat dalam mendukung Asia dan Pasifik melalui periode ketidakpastian global,” lanjutnya.
ADB juga menyatakan memiliki kapasitas pendanaan yang memadai untuk menjaga keberlanjutan program yang sedang berjalan maupun yang telah direncanakan. Selain itu, lembaga tersebut siap memperluas dukungan darurat sesuai kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk dengan memanfaatkan cadangan pinjaman kontra-siklikal.
ADB Siapkan Dua Skema Dukungan Stabilitas Ekonomi
ADB mengungkapkan bahwa terdapat dua program utama yang telah disiapkan untuk membantu negara berkembang mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.
Program pertama adalah dukungan anggaran cepat yang ditujukan bagi negara-negara yang menghadapi tekanan fiskal meningkat. Skema ini memanfaatkan fasilitas dukungan kontrasiklikal yang dirancang untuk membantu pemerintah menjaga kestabilan ekonomi serta meminimalkan dampak krisis terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.
Program kedua adalah Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (Trade and Supply Chain Finance Program/TSCFP) milik ADB. Program ini berfokus pada dukungan terhadap sektor swasta agar arus impor barang-barang strategis, termasuk energi dan bahan pangan, tetap terjaga selama periode ketidakpastian global.
Baca Juga : Filipina Sudah Deklarasi Darurat Energi, Dampak Konflik Timteng!
