India-Vietnam Kompak Pangkas Pajak BBM Demi Tekan Harga
Krisis bahan bakar global akibat konflik di Timur Tengah mendorong sejumlah negara mengambil langkah cepat untuk meredam dampak ekonomi di dalam negeri.
Lonjakan harga minyak yang dipicu terganggunya pasokan, termasuk akibat penutupan sebagian jalur di Selat Hormuz, membuat negara-negara seperti India dan Vietnam melakukan penyesuaian kebijakan fiskal.
Baca Juga: Kapal dari 6 Negara Ini DIperbolehkan Lewat Selat Hormuz, Bagaimana dengan RI?
India Pangkas Pajak BBM demi Lindungi Konsumen
Pemerintah India memutuskan menurunkan pajak bahan bakar sebagai respons terhadap tekanan harga minyak global yang terus meningkat.
Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah krisis energi.
“Dengan mempertimbangkan krisis Asia Barat, bea cukai pusat untuk bensin dan solar untuk konsumsi domestik telah dikurangi,” ungkap Sitharaman dalam pernyataan resminya, dilansir darri AFP, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, pemangkasan pajak dilakukan sebesar 10 rupee per liter untuk bensin dan solar.
“Pemotongan ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dari kenaikan harga,” ujar dia.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan tarif ekspor baru untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri.
“Kebijakan ini akan memastikan ketersediaan yang memadai dari produk-produk ini untuk konsumsi domestik,” tambahnya.
Sebagai negara yang mengimpor lebih dari 85 persen kebutuhan minyaknya, India sangat rentan terhadap gejolak harga global.
Meski pemerintah memastikan cadangan energi masih aman, kekhawatiran masyarakat tetap muncul, terlihat dari antrean panjang di sejumlah SPBU serta meningkatnya permintaan kompor listrik sebagai alternatif energi.
Baca Juga: Trump Desak Iran Akhiri Peran saat Komandan Penutup Selat Hormuz Tewas
Vietnam Hapus Pajak Lingkungan untuk Tekan Harga
Langkah serupa juga diambil oleh Vietnam dengan menghapus sementara pajak lingkungan untuk bahan bakar minyak.
Kementerian Perdagangan Vietnam menyatakan bahwa pajak perlindungan lingkungan untuk bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan dipangkas hingga nol persen sebagai langkah darurat.
“Ini dianggap sebagai solusi mendesak dan efektif untuk menstabilkan pasar minyak bumi dan memastikan keamanan energi nasional di tengah konflik yang meningkat di Selat Hormuz, yang menciptakan hambatan energi terbesar yang pernah ada,” tulis Kementerian Perdagangan Vietnam.
Kebijakan ini diproyeksikan mampu menurunkan harga bensin sekitar 26 persen dan harga diesel lebih dari 15 persen.
Penyesuaian harga pun telah dilakukan, di mana bensin oktan 95 kini turun menjadi 24.332 dong per liter dari sebelumnya 32.957 dong.
Sementara itu, harga diesel juga mengalami penurunan menjadi 35.440 dong per liter.
Dampak Konflik Picu Kebijakan Darurat Energi
Lonjakan harga energi sejak konflik dimulai telah memicu kekhawatiran kekurangan pasokan di berbagai negara.
Gangguan distribusi akibat situasi di Selat Hormuz memperburuk kondisi pasar global, sehingga mendorong negara-negara mengambil kebijakan darurat.
Baik India maupun Vietnam menunjukkan respons cepat melalui kebijakan pajak untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Langkah ini dinilai penting untuk menahan laju inflasi serta melindungi masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga energi.
Baca Juga: Prabowo Desak Bahlil-Purbaya Jaga Harga BBM agar Tak Bebani Rakyat
