Komandan Penutup Selat Hormuz Tewas, Trump Desak Iran Akhiri Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar segera serius dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri perang yang tengah berlangsung.
Peringatan tersebut disampaikan setelah Iran secara terbuka menolak tawaran Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.
Baca Juga: Trump Ungkap Iran Takut Akui Negosiasi dengan AS, Apa Penyebabnya?
Trump Desak Iran Segera Negosiasi
Dilansir dari AFP, Kamis (26/3/2026), Trump menegaskan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin sempit dan memperingatkan konsekuensi jika Iran terus menunda pembicaraan.
“Mereka sebaiknya segera serius, sebelum terlambat, karena begitu itu terjadi, TIDAK ADA JALAN KEMBALI, dan itu tidak akan menyenangkan!” ujar Trump dalam media sosialnya.
Ia bahkan menyebut Iran telah mengalami kerusakan militer yang signifikan dan tidak memiliki peluang besar untuk bangkit kembali.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk setelah Israel mengklaim telah membunuh komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan di Selat Hormuz.
Meski demikian, Iran tetap membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Utama RI Belum Darurat Energi
Komunikasi Tidak Langsung Tetap Berlangsung
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya ingin mengakhiri perang, namun dengan syarat yang ditentukan sendiri oleh Teheran.
“Kami menginginkan akhir perang dengan syarat kami sendiri,” kata Araghchi di televisi pemerintah.
Ia juga menyatakan bahwa meskipun tidak ada negosiasi formal, komunikasi tetap berlangsung melalui sejumlah negara perantara.
Pakistan disebut menjadi salah satu pihak yang memfasilitasi pertukaran pesan antara kedua negara, dengan rencana perdamaian Amerika Serikat yang terdiri dari 15 poin saat ini masih dalam tahap pertimbangan oleh Iran.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan bahwa beberapa negara lain seperti Turki dan Mesir juga turut mendukung proses diplomasi tersebut.
Selain itu, Dewan Kerja Sama Teluk dilaporkan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pembicaraan apa pun yang bertujuan mengakhiri konflik di kawasan tersebut.
