Iran Disebut Tembakkan Rudal ke Kapal di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke sebuah kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada Senin (6/7/2026) malam.
Adapun media pemerintah Iran, IRIB, menyebut kapal yang menjadi sasaran merupakan kapal tanker minyak berbendera Qatar.
Mengutip seorang sumber, IRIB menyatakan bahwa kapal tersebut melintas melalui jalur Oman di Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).
“Kapal bermaksud melewati jalur Oman di Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut AS tetapi menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali,” tulis IRIB, dikutip dari Anadolu.
Laporan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
AS disebut berpotensi mempertimbangkan langkah balasan terhadap target-target Iran setelah insiden tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Bantah Trump Jadi Satu-satunya Sekutu Israel, Kenapa?
Kapal Terbakar di Lepas Pantai Oman
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil di lepas pantai Oman.
Insiden itu memicu kebakaran di atas kapal saat sedang berlayar ke arah selatan.
Menurut UKMTO, peristiwa tersebut terjadi sekitar delapan mil laut di sebelah timur Limah, Oman.
“Sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri lambung kapal, menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke arah selatan,” kata UKMTO dalam peringatan resminya.
Sementara itu, pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab insiden tersebut.
UKMTO juga mengimbau kapal-kapal yang beroperasi di kawasan itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
Meski terjadi kebakaran, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan akibat insiden tersebut.
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber terkait, kapal pengangkut gas alam cair (LNG) Al Rekayyat menjadi kapal yang terkena serangan pada Selasa (7/7/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi ketika aktivitas pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Beberapa kapal kembali menggunakan koridor pelayaran yang berada di dekat pantai Oman dan mendapat perlindungan AS.
Data pelayaran menunjukkan enam kapal pengangkut minyak dan gas menggunakan jalur tersebut pada Minggu (5/7/2026).
Sementara itu, sejumlah kapal lain diduga melintas dengan mematikan transponder untuk menghindari deteksi digital.
Otoritas angkatan laut Barat masih menilai tingkat ancaman di Selat Hormuz cukup tinggi. Mereka juga memperingatkan bahwa bagian tengah selat masih dipenuhi ranjau.
Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya delapan kapal dilaporkan berbalik arah atau mengubah rute saat mencoba melewati jalur Oman.
Baca Juga: Lowongan Kerja Videografer Dibuka Raja Charles, Gaji Rp1,2 M
Sebagian kapal memilih beralih ke jalur Iran, sementara yang lainnya melakukan “penyeberangan gelap” dengan mematikan sistem pelacakan sebelum kembali mengaktifkannya setelah keluar dari kawasan tersebut.
Pasukan Iran sebelumnya berulang kali memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi jalur pelayaran itu tanpa izin dari Teheran.
Beberapa kapal yang mengabaikan peringatan tersebut dilaporkan menjadi sasaran tembakan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia melewati perairan sempit tersebut.

[…] Iran Disebut Tembakkan Rudal ke Kapal di Selat Hormuz […]