AS Gempur Target Iran usai Sanksi Minyak Kembali Dicabut
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan yang disebut sebagai “serangan dahsyat” terhadap sejumlah target di Iran. Namun, CENTCOM tidak merinci sasaran maupun lokasi operasi tersebut.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyatakan pihaknya “sangat terganggu” oleh serangan Iran yang terus berlanjut serta dugaan pelanggaran berulang terhadap nota kesepahaman yang menjadi dasar negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di wilayah timur dan barat Bandar Abbas.
Baca Juga : Bahlil Ungkap Belum Laksanakan Ekspor Listrik ke Singapura
Selain itu, beberapa ledakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Sirik setelah proyektil menghantam area dermaga komersial dan pelabuhan perikanan.
Kantor berita Fars melaporkan kepulan asap hitam terlihat di belakang pasar ikan Bandar Abbas. Menurut pejabat Iran, proyektil menghantam dermaga perikanan sehingga memicu kebakaran yang menghanguskan beberapa kapal nelayan setempat.
AS Cabut Pengecualian Sanksi Minyak Iran
Sebelum operasi militer tersebut berlangsung, Departemen Keuangan Amerika Serikat lebih dahulu mencabut pengecualian sanksi yang sebelumnya memungkinkan Iran mengekspor minyak berdasarkan nota kesepahaman kedua negara.
Departemen Keuangan AS menyatakan fasilitas tersebut bersifat sementara dan bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan oleh Iran. Karena dinilai tidak memenuhi ketentuan yang disepakati, Washington memutuskan mencabut pengecualian tersebut.
Sanksi terhadap sektor minyak Iran diperkirakan kembali berlaku mulai 17 Juli.
Pada Selasa pagi, Departemen Keuangan AS juga membatalkan lisensi yang diumumkan pada Juni lalu, yang sebelumnya mengizinkan Iran memproduksi, menjual, dan mengirim minyak mentah beserta produk turunannya hingga 21 Agustus.
Langkah tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah proses negosiasi penyelesaian konflik antara kedua negara.
Di sisi lain, Bahrain turut mengecam dugaan serangan Iran terhadap kapal tanker minyak milik Arab Saudi dan Qatar yang melintas di Selat Hormuz.
Baca Juga : Eks Pejabat China Dihukum Mati Usai Tersandung Korupsi
Pemerintah Bahrain menyebut insiden tersebut sebagai “pelanggaran berat hukum internasional” sekaligus ancaman terhadap keamanan jalur pelayaran dan stabilitas pasokan energi dunia.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Bahrain menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi dan Qatar serta mendesak komunitas internasional mengambil langkah untuk menjaga kebebasan navigasi dan mencegah insiden serupa di jalur pelayaran strategis tersebut.
