Pejabat AS Kecewa Prediksi Netanyahu soal Iran Meleset
Hubungan antara pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi ketegangan.
Sejumlah pejabat senior Gedung Putih dilaporkan kecewa terhadap berbagai klaim dan prediksi yang disampaikan Netanyahu terkait perang Iran.
Mereka menilai sejumlah janji dan proyeksi yang disampaikan pemimpin Israel tersebut tidak sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan Netanyahu berulang kali menyampaikan prediksi optimistis selama konflik berlangsung. Namun, hasil akhirnya dinilai jauh dari ekspektasi yang dibangun sebelumnya.
Baca Juga: Trump Sebut Tak Paham Kartu Merah, Telefon FIFA Bikin Heboh
“Bibi membuat banyak janji tentang perang Iran yang tidak pernah terwujud. Tapi apa yang bisa kami lakukan? Dia akan datang, membuat janji-janjinya, lalu kami harus memeriksa semuanya,” kata pejabat senior tersebut kepada Axios.
Dikutip dari Times of India, Selasa (7/7/2026), Washington kini disebut tidak lagi menerima begitu saja klaim maupun permintaan yang datang dari Netanyahu.
Pemerintahan Trump disebut akan melakukan verifikasi secara independen sebelum mengambil keputusan terkait berbagai usulan dari Israel.
Perbedaan Pendekatan soal Iran
Ketegangan terbaru antara AS dan Israel disebut dipicu oleh perbedaan pandangan dalam menangani Iran.
Trump dikabarkan lebih memilih jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Pendekatan tersebut berbeda dengan sikap yang selama ini didorong Netanyahu.
Perbedaan itu membuat sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump mulai mempertanyakan penilaian Netanyahu terkait perkembangan perang Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance termasuk di antara pejabat yang disebut menaruh keraguan terhadap sejumlah klaim yang disampaikan pemimpin Israel tersebut.
Situasi itu membuat Gedung Putih kini mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap berbagai informasi dan rekomendasi yang datang dari Tel Aviv.
Baca Juga: Karena Korupsi Rp5,8 T, Eks Pejabat China Divonis Hukuman Mati
Netanyahu Minta AS Tekan Turkiye
Di tengah hubungan yang mulai merenggang, Netanyahu juga dilaporkan mengajukan sejumlah permintaan kepada Trump.
Salah satunya adalah meminta AS membatasi pengaruh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di kawasan Timur Tengah.
Netanyahu juga disebut meminta Washington tidak memasok sistem persenjataan canggih yang dapat mendukung modernisasi angkatan udara Turki.
Meski terdapat perbedaan pandangan mengenai Iran, hubungan kedua negara tetap berjalan.
Netanyahu dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada akhir Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, isu Iran, keamanan kawasan, serta arah kebijakan AS di Timur Tengah diperkirakan menjadi topik utama pembahasan.
