Trump Bahas Opsi Serangan ke Iran di Sela Makan Malam KTT NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menyusun strategi respons baru terhadap Iran di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turkiye, Selasa (7/7/2026).
Menurut sejumlah sumbe, Trump menggelar serangkaian pembahasan bersama para pejabat senior pemerintahannya untuk merumuskan langkah balasan atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Diskusi tersebut berlangsung sesaat sebelum Trump menghadiri jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Dalam pertemuan itu, Trump didampingi Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.
Mereka membahas sejumlah opsi respons dari Washington, mulai dari tindakan militer langsung hingga langkah ekonomi yang lebih keras terhadap Teheran.
Baca Juga: Prediksi Netanyahu soal Iran Meleset, Pejabat AS Kecewa
Opsi Militer dan Pengetatan Sanksi Dibahas
Selain membahas kemungkinan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran, pemerintahan Trump juga mempertimbangkan penguatan tekanan ekonomi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang turut berada di Turkiye disebut melakukan pembicaraan khusus dengan Trump terkait kemungkinan pencabutan pengecualian sanksi yang selama ini masih memungkinkan Iran mengekspor minyak.
Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kekecewaan Washington terhadap dugaan pelanggaran Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran sekitar tiga minggu sebelumnya.
Di sisi lain, pemerintah Iran juga menuduh Washington telah beberapa kali melanggar kesepakatan yang sama.
Pembahasan mengenai konflik Iran bahkan disebut berlanjut hingga jamuan makan malam resmi KTT NATO. Di tengah acara tersebut, Trump dilaporkan sempat melakukan pembicaraan pribadi dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Keesokan harinya, Rutte memberikan pernyataan yang menegaskan pentingnya tindakan terhadap Iran dan menyebut langkah militer AS diperlukan dalam situasi tersebut.
Centcom Umumkan Operasi Militer ke Iran
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) pada Selasa (7/7/2026) mengumumkan telah memulai operasi terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Dalam pernyataannya yang dikutip BBC, Centcom menyebut operasi tersebut bertujuan memberikan konsekuensi kepada Iran atas dugaan serangan terhadap kapal-kapal dagang di perairan internasional yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sebelumnya, Washington telah memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz akan memicu respons dari AS.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan AS menghantam beberapa wilayah, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.
Menurut laporan tersebut, sejumlah warga mengalami luka akibat pecahan proyektil, namun belum terdapat laporan mengenai korban jiwa.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengecam tindakan AS dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap MoU yang ditandatangani kedua negara bulan lalu.
Ia menegaskan bahwa Iran akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk melindungi keamanan nasional dan kepentingan negaranya.
Baca Juga: Dolar AS Kembali Tembus Lever Rp18.000
Qatar dan Arab Saudi Tuduh Iran Serang Kapal Tanker
Ketegangan semakin meningkat setelah Qatar dan Arab Saudi secara terpisah menuduh Iran melakukan serangan terhadap kapal tanker milik mereka di sekitar Selat Hormuz.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyatakan Iran bertanggung jawab atas dugaan serangan terhadap kapal Al Rekayyat.
Qatar juga mendesak Teheran segera menghentikan tindakan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan dan keamanan pasokan energi global.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut kapal tanker Wadyan menjadi sasaran saat melintasi Selat Hormuz.
Riyadh menilai insiden tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional sekaligus pasokan energi dunia.
Namun, Iran membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan tudingan Qatar bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Ia juga mengatakan kapal-kapal komersial yang beroperasi tanpa koordinasi dengan Iran atau mematikan sistem pelacakannya berisiko menghadapi tindakan keamanan yang dilakukan Teheran dalam menjaga keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

[…] Trump Bahas Opsi Serangan ke Iran di Sela Makan Malam KTT NATO […]