Netanyahu Ancam Bongkar ‘Kebenaran’ soal Mamdani di PBB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan akan menanggapi langsung kritik Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (24/9/2026).
Netanyahu tetap dijadwalkan menghadiri sidang tersebut meski sebelumnya Mamdani mendukung agar surat perintah penangkapan terhadap dirinya dihormati.
Dalam wawancara dengan CNN pada Senin (21/9/2026), Mamdani kembali menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang dan menyebutnya sebagai “an architect of a horrific genocide of the Palestinian people.”
Baca Juga : Iran Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Apa Syaratnya?
Pernyataan Mamdani kemudian dibalas Netanyahu melalui video yang diunggah di media sosial. Perdana Menteri Israel tersebut menuduh Mamdani mendukung Hamas dan menghasut kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York.
“Kamu seharusnya malu karena menghasut kerusuhan terhadap orang-orang Yahudi di New York,” kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.
“Saya datang ke PBB, saya akan mengatakan kebenaran tentang tentara-tentara heroik kami dan saya akan mengatakan kebenaran tentang Anda,” lanjut Netanyahu. Pernyataan serupa mengenai rencana Netanyahu membahas Mamdani dalam pidatonya juga dilaporkan Reuters dan media AS.
Mamdani Kecam Serangan Hamas
Mamdani sebelumnya juga menyatakan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai kejahatan perang dan mengecam kekerasan terhadap warga Yahudi di New York.
Dalam wawancara CNN, Mamdani juga menjelaskan bahwa dirinya mendukung penghormatan terhadap surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Namun, ia mengakui bahwa pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan surat perintah tersebut.
Pada Senin, Mamdani juga memperingati Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi.
Sebelumnya, pada Juli, Mamdani mengatakan pemerintahannya sedang membahas apakah secara hukum ia dapat memerintahkan penangkapan Netanyahu jika perdana menteri Israel tersebut datang ke New York. Namun, perkembangan selanjutnya menunjukkan Mamdani mengakui keterbatasan kewenangan pemerintah kota dalam persoalan tersebut.
Netanyahu sendiri menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik Gaza. Israel menolak tuduhan tersebut dan Amerika Serikat maupun Israel tidak mengakui yurisdiksi ICC.
Perseteruan Netanyahu dan Mamdani Berlangsung di Tengah Perang Gaza
Perselisihan antara Netanyahu dan Mamdani terjadi di tengah perang Israel-Hamas di Gaza yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Menurut data yang disampaikan pejabat Israel dan dikutip Reuters, serangan Hamas saat itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 251 orang disandera. Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza.
Baca Juga : Perang Yaman Memanas Ratusan Orang Tewas dalam 2 Hari
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan jumlah korban tewas akibat operasi militer Israel telah melampaui 73.000 orang. Angka tersebut mencakup warga sipil dan kombatan, sementara Israel menyatakan operasi militernya ditujukan terhadap Hamas dan menolak tuduhan genosida.
Perseteruan Netanyahu dengan Mamdani juga berlangsung menjelang pemilu Israel. Kampanye Netanyahu baru-baru ini memasang spanduk yang menampilkan Mamdani bersama sejumlah tokoh asing yang oleh kampanye tersebut digambarkan sebagai pihak yang berupaya mengalahkan Netanyahu.
Di tengah polemik tersebut, Netanyahu tetap akan menyampaikan pidatonya di PBB pada Kamis. Mamdani sendiri menyatakan bahwa kritiknya terhadap perdana menteri Israel merupakan bagian dari pandangannya mengenai hukum internasional dan pertanggungjawaban atas tindakan dalam konflik Gaza.
