Jaringan Kereta Cepat China Tembus 50.400 Km
China kembali memperluas jaringan kereta api berkecepatan tinggi atau high-speed railway (HSR) dengan membuka empat jalur baru sepanjang 1.142 kilometer (km).
Keempat jalur tersebut mulai beroperasi pada 28 September 2026, menjelang lonjakan perjalanan masyarakat China selama libur Hari Nasional.
Jalur baru itu tersebar di wilayah utara, timur laut, barat laut, dan China bagian tengah, dengan kecepatan maksimum antara 250 kilometer per jam hingga 350 kilometer per jam.
Baca Juga: Arktik Jadi Arena Persaingan Amerika Serikat dan Eropa
Jalur Xiongan-Shangqiu Sepanjang 552 Km
Jalur terpanjang yang baru dibuka merupakan segmen sepanjang 552 km yang menghubungkan Xiongan New Area di Provinsi Hebei dengan Shangqiu di Provinsi Henan.
Pembukaan jalur tersebut memangkas waktu tempuh tercepat antara kedua wilayah menjadi 2 jam 27 menit.
Pada tahap awal, sebanyak 64 perjalanan kereta per hari akan tersedia di jalur tersebut.
Layanan baru itu juga menghubungkan Beijing West Railway Station dengan Hefei dan Huangshan North.
Sebanyak 11 kabupaten dan kota tingkat kabupaten di sepanjang rute tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan akses kereta cepat.
Jalur Xiongan-Shangqiu merupakan bagian dari jalur kereta cepat Beijing-Hong Kong yang menjadi salah satu jaringan utama yang membentang dari utara ke selatan China.
Xiongan sendiri merupakan kawasan yang dibangun pemerintah China sejak 2017 untuk mengurangi tekanan kepadatan perkotaan Beijing.
Populasi kawasan tersebut telah mencapai sekitar 1,4 juta jiwa pada Desember 2025.
Pakar perkeretaapian China independen David Feng mengatakan kepada South China Morning Post bahwa pembukaan jalur tersebut membuat Xiongan yang sebelumnya memiliki stasiun besar dengan jumlah penumpang terbatas kini terhubung dengan jaringan kereta nasional.
Tiga Jalur Baru di Wilayah Utara hingga Tengah
Di timur laut China, pemerintah membuka jalur Harbin-Yichun sepanjang 318 km di Provinsi Heilongjiang.
Jalur tersebut menjadi jaringan kereta cepat paling utara yang pernah dibangun China.
Waktu perjalanan antara Harbin dan Yichun dipangkas dari sekitar tujuh jam menjadi kurang dari dua jam.
Jalur dengan kecepatan maksimum 250 km per jam itu pada awalnya akan melayani hingga 38 perjalanan kereta setiap hari.
Sementara itu, di wilayah barat laut, China membuka segmen sepanjang 171 km yang menghubungkan Xi’an dengan Ankang di Provinsi Shaanxi.
Jalur tersebut melewati Pegunungan Qinling dan memangkas waktu tempuh tercepat antara kedua kota menjadi hanya 45 menit.
Segmen Xi’an-Ankang merupakan tahap pertama dari rencana jalur yang nantinya menghubungkan kawasan tersebut dengan Chongqing, salah satu kota metropolitan utama di China.
Di China bagian tengah, jalur Yichang-Xingshan sepanjang 101 km di Provinsi Hubei juga mulai beroperasi.
Jalur tersebut menghubungkan dua jaringan utama nasional dan memangkas waktu perjalanan tercepat antara Wuhan dan Chongqing dari 4 jam 56 menit menjadi 3 jam 54 menit.
Baca Juga: Serangan Udara Myanmar Hantam Pasar, 50 Orang Tewas
Jaringan HSR China Tembus 50.400 Km
Dengan tambahan 1.142 km dari empat jalur baru tersebut, jaringan kereta cepat China semakin memperkuat posisinya sebagai yang terbesar di dunia.
Data China State Railway Group yang dilaporkan Xinhua menunjukkan jaringan kereta cepat China telah mencapai sekitar 50.400 km pada akhir 2025.
International Union of Railways yang berbasis di Paris menyebut China menguasai lebih dari dua pertiga total jalur kereta cepat dunia.
China sendiri mulai memasuki era kereta cepat pada 2008 melalui pembukaan jalur Beijing-Tianjin.
Ekspansi terbaru dilakukan ketika China bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional.
China State Railway Group memperkirakan terdapat 284 juta perjalanan penumpang kereta selama periode 16 hari, mulai 23 September hingga 8 Oktober 2026.
Periode tersebut mencakup Festival Pertengahan Musim Gugur serta libur Hari Nasional yang dimulai pada 1 Oktober.
Pejabat perkeretaapian China mengatakan kepada China Business Journal bahwa jumlah tersebut berpotensi menjadi arus perjalanan kereta terbesar sepanjang sejarah selama periode liburan.
Meski demikian, rata-rata perjalanan harian diperkirakan tetap berada di kisaran 17,75 juta perjalanan.
Lonjakan jumlah perjalanan secara keseluruhan terutama disebabkan periode perjalanan tahun ini berlangsung empat hari lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
