IRGC Iran Ajak Warga AS Kalahkan Trump di Pemilu Sela
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menerbitkan surat sepanjang 25 halaman yang ditujukan kepada warga Amerika Serikat (AS).
Dalam surat tersebut, IRGC menyerukan warga AS untuk menantang Presiden Donald Trump dalam pemilu sela yang akan digelar pada November 2026.
Surat itu dikutip New York Post pada Selasa (29/9/2026), dengan salah satu seruannya agar warga AS membuat partai yang didukung Trump mengalami kekalahan dalam pemilu sela.
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, juga melontarkan kritik terhadap Trump dengan menggambarkannya sebagai pemimpin yang kerap berbohong dan berupaya mengumpulkan kekayaan.
“Keamanan nasional Amerika dan nyawa para anggota militernya dipercayakan kepada seseorang yang bukan hanya seorang pembohong kronis, tetapi juga pria yang sangat rakus, yang motivasi hidupnya hanyalah menumpuk kekayaan yang lebih besar,” ujar Mohebbi.
Baca Juga: Korsel Curiga Zelensky Bongkar Tawanan Korut demi Senjata
IRGC Soroti Nuklir dan Ekonomi AS
Dalam surat tersebut, IRGC juga menuduh Trump menyembunyikan fakta bahwa program nuklir Iran hanya ditujukan untuk kepentingan sipil.
Amerika Serikat dan Israel selama ini menyatakan perang terhadap Iran diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
IRGC juga menanggapi keputusan pemerintah AS yang menetapkan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris.
IRGC mengklaim tidak terdapat satu pun kasus yang dapat diverifikasi mengenai tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap warga sipil.
Selain persoalan nuklir dan perang, surat tersebut menyoroti dampak ekonomi dari konflik Iran terhadap AS.
IRGC mengklaim perang telah menghancurkan perekonomian AS akibat kenaikan harga bahan bakar yang dipicu pertempuran di Timur Tengah.
“Ekonomi AS berada di ambang kehancuran, tetapi dia terus mengatakan kepada warga Amerika bahwa ekonomi sedang berkembang dan harga akan segera turun,” demikian isi surat tersebut.
IRGC memperingatkan kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan perekonomian AS runtuh dan membuat warga Amerika menghadapi penderitaan selama bertahun-tahun.
IRGC sebelumnya menyatakan pihaknya mampu menimbulkan kerugian ekonomi yang besar terhadap AS hingga memaksa Washington menyerah.
Baca Juga: Jaringan Kereta Cepat China Tembus 50.400 Km
Namun, Iran juga menghadapi tekanan ekonomi akibat kebijakan AS terhadap Teheran yang disebut Operation Economic Outcast.
Perdagangan Iran dilaporkan mengalami penurunan tajam akibat blokade AS, sementara nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah dalam sejarah pada pekan ini.
Mohebbi juga membantah klaim bahwa Iran telah kehilangan kendali atas Selat Hormuz.
Menurut dia, kapal kecil AS mungkin masih dapat melewati selat tersebut dengan biaya besar, risiko tinggi, dan dalam kondisi gelap untuk mengangkut sekitar 100 hingga 200 barrel minyak.
Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak berarti Selat Hormuz telah terbuka.
