MBZ dan Netanyahu Bertemu 6 Jam, UEA Akhirnya Buka Suara
Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Abu Dhabi pada Minggu (27/9/2026).
Pertemuan kedua pemimpin tersebut berlangsung selama sekitar enam jam dan baru dikonfirmasi pemerintah UEA sehari setelahnya.
Kantor berita pemerintah UEA, Emirates News Agency (WAM), pada Senin (28/9/2026) menyatakan MBZ dan Netanyahu telah bertemu untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
Konfirmasi tersebut menjadi pengakuan pertama dari Abu Dhabi mengenai pertemuan MBZ dan Netanyahu.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Dikabarkan hendak Diganti Usai Perang Iran
Pertemuan MBZ-Netanyahu Bahas Iran
Tiga pejabat senior Israel mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa pembicaraan antara MBZ dan Netanyahu berfokus pada Iran.
Namun, pernyataan resmi UEA hanya menyebut kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta upaya memperkuat dan mengembangkan hubungan tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel juga mengonfirmasi kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi.
Menurut kantor Netanyahu, lawatan tersebut dilakukan atas undangan MBZ untuk memperkuat hubungan kedua negara dan membahas berbagai tantangan regional.
Netanyahu datang bersama istrinya, Sara Netanyahu.
Ia juga didampingi Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Kepala Mossad, sekretaris militer, serta penasihat kebijakan luar negeri.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat (AS) menjalankan diplomasi terkait perang Iran.
Hubungan UEA dan Israel sendiri semakin dekat sejak kedua negara menormalisasi hubungan melalui Abraham Accords yang dimediasi AS pada 2020.
Kedekatan kedua negara juga menguat selama konflik dengan Iran.
Israel dilaporkan mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome ke UEA, termasuk personel untuk mengoperasikannya.
Baca Juga: Jaringan Kereta Cepat Produksi China Tembus 50.400 Km
Sempat Diprotes Badan Keamanan Israel
Sebelum dikonfirmasi secara resmi, kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi telah diberitakan sejumlah media Israel, termasuk Channel 12.
Pemberitaan tersebut membuat badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengajukan pengaduan kepada sensor militer Israel.
Shin Bet menilai informasi yang dipublikasikan dapat membahayakan Netanyahu sekaligus mengungkap metode operasional badan intelijen tersebut.
Mossad juga mengecam pemberitaan mengenai kunjungan tersebut.
Pertemuan MBZ dan Netanyahu berlangsung beberapa pekan setelah media Israel Haaretz menerbitkan laporan pada 9 September mengenai peringatan terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Dalam laporan tersebut, MBZ disebut sempat memperingatkan Netanyahu mengenai kemungkinan serangan Hamas sebelum peristiwa 7 Oktober 2023.
Haaretz juga melaporkan MBZ sebelumnya telah menyampaikan peringatan kepada Shin Bet.
Kantor Netanyahu membantah bahwa perdana menteri telah menerima informasi mengenai ancaman tersebut sebelum serangan terjadi.
Netanyahu kemudian menyatakan akan menggugat Haaretz dan menyebut laporan tersebut dibuat-buat serta bermotif politik.
Kantor Netanyahu juga membantah laporan yang menyebut kunjungannya ke UEA bertujuan meminta MBZ menyangkal pemberitaan mengenai peringatan tersebut.
“Berita palsu. Kunjungan tersebut hanya berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan membahas tantangan regional,” kata kantor Netanyahu.
