Warga AS Ramai-Ramai Tolak Data Center, Trump Tetap Dukung
Dukungan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap pembangunan data center berbanding terbalik dengan meningkatnya penolakan masyarakat terhadap fasilitas tersebut. Warga di sejumlah wilayah AS memprotes pembangunan data center yang membutuhkan konsumsi listrik dalam jumlah besar.
Meski demikian, Trump tetap mendorong pembangunan infrastruktur tersebut. Ia mengatakan perusahaan teknologi akan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat di sekitar lokasi sebagai bentuk kompensasi.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih, Rabu (30/9/2026), seperti dikutip dari keterangan resmi pemerintah AS.
Ketika ditanya apakah kebijakan tersebut berpotensi merugikan Partai Republik dalam pemilu sela November, Trump mengatakan perusahaan teknologi akan mengambil langkah agar masyarakat dapat menerima keberadaan data center.
“Perusahaan-perusahaan besar, kuat, sangat kaya, dan sangat cerdas ini akan memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat,” ujar Trump di halaman Gedung Putih saat didampingi sejumlah pimpinan perusahaan teknologi.
Warga AS Makin Khawatir terhadap Dampak AI
Sikap Trump tersebut muncul ketika tingkat kekhawatiran masyarakat AS terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) masih cukup tinggi.
Baca Juga : Saudi-UEA Didesak untuk Bersatu Melawan Houthi
Sebuah survei nasional menunjukkan 73% warga AS menilai perusahaan AI belum melakukan langkah yang cukup untuk mencegah potensi dampak buruk teknologi tersebut. Sebanyak 55% responden bahkan mengatakan pengembangan AI sebaiknya diperlambat untuk sementara waktu.
Kedekatan antara pemerintah dan industri teknologi juga menjadi sorotan. Para pemimpin perusahaan AI, termasuk pendiri OpenAI, tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar bagi komite kampanye yang mendukung Trump pada 2025.
Greg Brockman dari OpenAI bersama istrinya, misalnya, menyumbangkan total US$25 juta kepada komite tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Trump meluncurkan sebuah alat berbasis AI yang diklaim dapat mempermudah masyarakat mengakses layanan pemerintah.
Sejumlah pimpinan perusahaan teknologi seperti Google, SpaceX, dan Meta turut hadir dalam acara tersebut. Trump menyatakan alat tersebut secara teori tidak dapat disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, meski tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Trump juga memerintahkan seluruh lembaga pemerintah mulai menggunakan istilah “super intelligence” sebagai pengganti kata AI dalam dokumen resmi.
Warga AS Tolak Kehadiran Data Center
Penolakan terhadap pembangunan data center terlihat dalam survei terbaru Pew Research Center. Sebanyak enam dari 10 warga AS mengatakan mereka merasa tidak nyaman apabila data center baru dibangun dan beroperasi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebaliknya, hanya sebagian kecil responden yang merasa nyaman dengan pembangunan fasilitas tersebut. Sebanyak 19% mengatakan cukup nyaman, sedangkan 7% lainnya merasa sangat nyaman jika wilayah mereka dipilih sebagai lokasi data center baru.
Baca Juga : Di Tengah Konflik Israel-Turki, Netanyahu Siapkan Kasus ICC
Kekhawatiran masyarakat terutama berkaitan dengan dampak fasilitas tersebut terhadap lingkungan dan kualitas hidup.
Berdasarkan riset Pew Research Center, 54% warga AS menilai sebagian besar data center memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan survei Januari yang mencatat 39%, menurut laman resmi Pew Research Center, Kamis (24/9/2026).
Selain persoalan lingkungan, 50% responden juga mengaitkan keberadaan data center dengan penurunan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
Dampak terhadap ekonomi lokal turut menjadi perhatian. Sebanyak 24% warga menilai pembangunan data center berdampak buruk terhadap ketersediaan lapangan kerja lokal.
Sementara itu, 21% responden menganggap keberadaan fasilitas tersebut memberikan dampak negatif terhadap pendapatan pajak daerah.
Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara dorongan pemerintah untuk memperluas infrastruktur AI dan kekhawatiran masyarakat terhadap konsekuensi pembangunan data center di lingkungan mereka.
