Trump Perintahkan Perang Lawan Nyamuk di Washington DC
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melancarkan apa yang disebutnya sebagai “perang” terhadap nyamuk melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada Selasa (29/9/2026).
Perintah tersebut menargetkan pengurangan populasi nyamuk invasif di Washington DC hingga 90 persen dalam waktu 60 hari. Trump meminta Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dan Menteri Pertanian Brooke Rollins bersama sejumlah pejabat federal lainnya menyusun sekaligus menjalankan kampanye pemberantasan nyamuk tersebut.
Tak hanya nyamuk, pemerintah AS juga diarahkan memangkas populasi kutu hingga 50 persen dalam kurun waktu dua tahun.
“Kampanye tersebut harus membenahi tempat perkembangbiakan kutu dan nyamuk di lahan yang berada di bawah yurisdiksi Federal di seluruh wilayah DC dengan menggunakan pendekatan teknis serta akal sehat,” demikian bunyi perintah tersebut, yang dikutip Newsweek.
Pemerintah juga diminta memprioritaskan pemanfaatan kemampuan komersial maupun perjanjian kerja sama untuk mengurangi populasi nyamuk dan kutu di Washington DC.
Baca Juga : Kim Jong Un Beresiko Jantung Karena Bobotnya 140Kg!
Perintah eksekutif itu sekaligus menginstruksikan sejumlah lembaga federal untuk menyusun kerangka regulasi terkait teknologi baru dalam pengendalian nyamuk dan kutu. Pemerintah menekankan penggunaan metode nonkimia yang dinilai aman dan efektif.
“Nyamuk asing yang invasif berkembang biak di seluruh Amerika Serikat dan menjadi spesies dominan di beberapa wilayah,” demikian bunyi perintah tersebut.
Trump Dorong Riset Penyakit akibat Nyamuk dan Kutu
Selain mengendalikan populasi hama, perintah tersebut meminta pemerintah memperluas penelitian mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dan kutu.
Program penelitian akan dilakukan melalui kompetisi berhadiah, proyek riset federal, serta kemitraan pemerintah dan swasta. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pengembangan teknologi pengendalian dan penanganan penyakit yang ditularkan melalui vektor.
Lembaga kesehatan dan sains pemerintah juga diminta melanjutkan berbagai program yang telah berjalan untuk menangani penyakit Lyme dan penyakit lain yang ditularkan melalui vektor.
Pemerintah AS juga akan mengeksplorasi teknologi baru yang dapat membantu mengurangi populasi hama pembawa penyakit.
Selain itu, sejumlah lembaga federal diminta mengkaji kemungkinan pemberian label pada produk yang mengandung alpha-galactose dalam jumlah signifikan. Langkah tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap alpha-gal syndrome, yaitu alergi terhadap daging merah yang dapat menjadi parah dan dikaitkan dengan gigitan kutu.
“Warga Amerika seharusnya dapat menikmati keindahan dan kesehatan Ibu Kota negara kita tanpa ancaman populasi kutu dan nyamuk invasif yang meluas. Presiden Trump menjadikan DC aman dan indah kembali,” demikian bunyi bagian penutup perintah eksekutif tersebut.
Kebijakan ini dikeluarkan ketika Trump menjalankan sejumlah program dalam agenda Make America Healthy Again. Langkah tersebut juga berlangsung bersamaan dengan berbagai upaya mempercantik Washington DC menjelang perayaan semiquincentennial pada musim panas tahun ini.
Kasus Demam Berdarah Meningkat di Florida
Perintah tersebut terbit ketika Florida menghadapi peningkatan kasus demam berdarah dengue. Tiga wilayah di negara bagian tersebut telah menetapkan status darurat setelah jumlah kasus terus bertambah.
Departemen Kesehatan Florida mencatat 190 kasus dengue yang diperoleh secara lokal sepanjang 2026 di enam wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 kasus tercatat di Hillsborough County.
Baca Juga : Mojtaba Dirumorkan Bakal Diganti Setelah Perang Iran
Seorang juru bicara Hillsborough County mengatakan kepada Associated Press pada awal pekan ini bahwa kondisi tersebut “sangat tidak biasa bagi kami”.
Curah hujan yang tinggi dan kondisi cuaca lainnya kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus tersebut.
Dengue merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit tersebut menyebar dengan cepat dan menjadi salah satu perhatian kesehatan global.
Virus dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi, terutama Aedes aegypti. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut sebagian besar kasus dengue di Amerika Serikat berkaitan dengan pelancong, meskipun penularan lokal juga dapat terjadi.
Dengue banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Karibia, Amerika Selatan, serta sebagian wilayah Afrika.
