China Tutup 670 Bank, Ini Alasan Pemerintah Melakukannya
China menutup lebih dari 670 bank sepanjang 2025, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut.
Financial Times, dikutip Senin (5/10/2026), melaporkan penutupan itu mencakup hampir seperempat dari jumlah bank di China.
Meski jumlahnya mencapai ratusan, penutupan tersebut bukan semata-mata disebabkan bank mengalami kebangkrutan.
Sebagian besar bank yang ditutup merupakan bank kecil di wilayah pedesaan yang menjadi sasaran peningkatan pengawasan regulator China.
Baca Juga: Emas Venezuela Dibawa Trump Terbengkalai, Ini Sebabnya
Perkuat Sistem Perbankan China
Berdasarkan data National Financial Regulatory Administration (NFRA) China, penutupan bank tersebut merupakan bagian dari upaya regulator memperkuat sistem perbankan dengan mengurangi jumlah lembaga keuangan kecil yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Bank-bank kecil di wilayah pedesaan selama ini menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kualitas aset yang rendah, keterbatasan modal, hingga tata kelola yang dinilai masih lemah.
Kondisi tersebut semakin tertekan akibat suku bunga rendah, deflasi, serta perlambatan sektor properti China yang turut mengurangi kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan.
Konsolidasi perbankan kemudian menjadi salah satu cara untuk mengurangi potensi gangguan likuiditas yang dapat muncul dari lembaga-lembaga keuangan kecil.
“Konsolidasi perbankan tersebut dilakukan untuk tujuan penyederhanaan regulasi serta menghilangkan potensi terjadinya masalah likuiditas di antara institusi-institusi kecil,” kata peneliti senior tamu di East Asian Institute, National University of Singapore, Jason Bedford.
“Kami belum pernah melihat konsolidasi dalam skala sebesar ini sebelumnya,” ujarnya.
Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch juga menyebut bank-bank kecil China, terutama yang beroperasi di kota-kota dan wilayah pedesaan, masih menjadi bagian terlemah dalam sistem perbankan negara tersebut.
Fitch menyoroti sejumlah persoalan seperti kualitas aset yang buruk, tingkat permodalan rendah, serta kelemahan tata kelola yang terutama terjadi di wilayah kurang berkembang.
Baca Juga: Intelijen AS Ungkap Mengapa China Tunda Invasi Taiwan
Bank pedesaan dan bank regional tingkat kota, yang dibedakan berdasarkan tingkat pemerintahan administratif yang menaunginya, menguasai lebih dari seperempat aset perbankan China.
Meski bank pedesaan mencakup hampir seluruh bank yang baru-baru ini ditutup, bank tingkat kota juga mulai mendapat pengawasan yang lebih ketat dari regulator.
Setelah rangkaian penutupan tersebut, jumlah entitas perbankan di China kini menjadi 3.139 bank.
Jumlah tersebut turun sekitar 23 persen dalam empat tahun hingga 2025.
