Pakistan Kerahkan Pasukan ke Arab Saudi, Bukan untuk Serang Houthi
Pakistan mengkonfirmasi telah mengerahkan pasukan militer dalam jumlah signifikan ke Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik antara kerajaan tersebut dan kelompok Houthi di Yaman. Islamabad menegaskan bahwa keberadaan pasukannya bertujuan memperkuat pertahanan Arab Saudi, bukan untuk melancarkan serangan ke wilayah Yaman.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sajjad Haider Khan, menyampaikan bahwa personel militer Pakistan telah ditempatkan di Riyadh.
“Pakistan sudah menempatkan pasukan serta sumber daya dalam jumlah signifikan di sana, tepatnya di Riyadh,” kata Khan kepada wartawan pada Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, Khan tidak mengungkapkan apakah jumlah personel tersebut bertambah sejak Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama Arab Saudi dan Turkiye pada Agustus 2026.
Baca Juga : Pertemuan Prabowo dan Presiden Mesir Bahas Dana Investasi Bersama?
Ia memastikan pasukan Pakistan yang berada di Arab Saudi tidak akan terlibat dalam operasi ofensif terhadap kelompok Houthi.
“Mereka tidak akan melintasi perbatasan pihak lain untuk menyerang kelompok Houthi, melainkan tentu saja (bertindak) untuk mempertahankan wilayah tersebut,” ujarnya.
Pernyataan Pakistan muncul setelah kelompok Houthi meningkatkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi. Salah satu serangan dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Riyadh pada Kamis (8/10/2026) dan menewaskan tiga orang.
Ketegangan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran berulang kali menyerang sasaran di Arab Saudi setelah melancarkan serangan cepat di wilayah dekat perbatasan kedua negara.
Situasi tersebut membuat keberadaan pasukan Pakistan di Arab Saudi menjadi sorotan, terutama setelah Islamabad, Riyadh, dan Ankara menandatangani pakta pertahanan bersama pada Agustus 2026.
Perjanjian itu mengatur komitmen ketiga negara untuk saling memberikan bantuan apabila salah satu anggota menghadapi serangan. Namun, Khan tidak bersedia menjelaskan apakah Pakistan telah mengirimkan tambahan personel untuk merespons eskalasi konflik yang melibatkan Arab Saudi.
Menurut Khan, keputusan mengenai jumlah personel, waktu pengerahan, dan lokasi penempatan pasukan akan ditentukan melalui aliansi pertahanan trilateral tersebut.
Baca Juga : Prabowo dan Presiden Mesir Kecam Permukiman Israel, Kenapa?
Aliansi yang berkantor pusat di Riyadh itu dipimpin oleh seorang pensiunan jenderal Pakistan yang menjabat sebagai sekretaris jenderal.
Khan menegaskan bahwa penempatan personel militer Pakistan di Arab Saudi bukan merupakan kebijakan baru. Islamabad telah mengirimkan dan menempatkan personel militernya secara rutin di kerajaan tersebut sejak dekade 1980-an.
Kerja sama pertahanan kedua negara juga berlanjut setelah Pakistan dan Arab Saudi menandatangani perjanjian pertahanan bilateral.
Dengan demikian, keberadaan pasukan Pakistan di Arab Saudi merupakan bagian dari hubungan militer yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Houthi, Islamabad menegaskan bahwa mandat pasukannya tetap berfokus pada pertahanan wilayah Arab Saudi, bukan operasi penyerangan ke Yaman.
