Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air Sungai Nil
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap upaya Mesir mengamankan hak atas air Sungai Nil di tengah polemik pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Ethiopia.
Prabowo menilai, semua pihak perlu mengutamakan kepentingan bersama di kawasan tersebut, termasuk memastikan setiap negara memperoleh kepastian sumber air.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo seusai bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: 7 Calon Pengganti Putin, dari Mantan Pengawal sampai Jenderal
“Kami berharap semua pihak mengutamakan kepentingan bersama di kawasan tersebut. Indonesia juga akan mendukung upaya Mesir untuk mengamankan hak atas airnya,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan keprihatinan terhadap kemungkinan tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengurangi hak suatu bangsa untuk memperoleh kepastian sumber air.
“Khusus tentang Sungai Nil, kami sangat prihatin apabila ada pemikiran-pemikiran untuk melanggar hukum internasional, untuk mengurangi hak bangsa untuk mendapat kepastian sumber air,” ucap Prabowo.
Dikutip dari Antaranews, polemik Sungai Nil berkaitan dengan pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Sungai Nil Biru, Ethiopia.
Baca Juga: Donald Trump Janji Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS, tetapi…
Mesir dan Sudan, yang berada di wilayah hilir Sungai Nil, menginginkan kesepakatan yang mengikat mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan tersebut.
Sementara itu, Ethiopia memandang proyek bendungan tersebut sebagai bagian penting dari pembangunan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi negara itu.
Mesir khawatir pengoperasian bendungan dapat memengaruhi pasokan air di negaranya. Kekhawatiran tersebut muncul karena Sungai Nil menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air Mesir.
Persoalan Sungai Nil pun tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut keamanan nasional Mesir karena ketergantungan negara tersebut terhadap pasokan air dari sungai itu.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap upaya Mesir mengamankan hak atas air Sungai Nil di tengah polemik pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Ethiopia.
Prabowo menilai, semua pihak perlu mengutamakan kepentingan bersama di kawasan tersebut, termasuk memastikan setiap negara memperoleh kepastian sumber air.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo seusai bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
“Kami berharap semua pihak mengutamakan kepentingan bersama di kawasan tersebut. Indonesia juga akan mendukung upaya Mesir untuk mengamankan hak atas airnya,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan keprihatinan terhadap kemungkinan tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengurangi hak suatu bangsa untuk memperoleh kepastian sumber air.
“Khusus tentang Sungai Nil, kami sangat prihatin apabila ada pemikiran-pemikiran untuk melanggar hukum internasional, untuk mengurangi hak bangsa untuk mendapat kepastian sumber air,” ucap Prabowo.
Dikutip dari Antaranews, polemik Sungai Nil berkaitan dengan pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Sungai Nil Biru, Ethiopia.
Mesir dan Sudan, yang berada di wilayah hilir Sungai Nil, menginginkan kesepakatan yang mengikat mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan tersebut.
Sementara itu, Ethiopia memandang proyek bendungan tersebut sebagai bagian penting dari pembangunan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi negara itu.
Mesir khawatir pengoperasian bendungan dapat memengaruhi pasokan air di negaranya. Kekhawatiran tersebut muncul karena Sungai Nil menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air Mesir.
Persoalan Sungai Nil pun tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut keamanan nasional Mesir karena ketergantungan negara tersebut terhadap pasokan air dari sungai itu.
