Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Pertamina Terkendala Syarat Iran?
Pemerintah Iran akhirnya mengumumkan ketentuan bagi kapal-kapal yang dianggap tidak bermusuhan (non-hostile), jika ingin melintasi Selat Hormuz. Aturan tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Iran kepada Organisasi Maritim Internasional.
Dalam pemberitahuan resmi itu, Teheran menegaskan dua syarat utama. Pertama, kapal yang akan melintas tidak boleh terlibat ataupun memberikan dukungan terhadap tindakan agresi yang ditujukan kepada Iran.
Kedua, seluruh kapal wajib menjalin koordinasi dengan otoritas yang telah ditunjuk oleh pemerintah Iran sebelum memasuki jalur pelayaran tersebut.
Baca Juga : Harga Energi Bergejolak, SBY Ingatkan RI Agar Tak Panik
“Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang,” bunyi nota komunikator tertulis yang disampaikan ke IMO, dikutip dari AFP, Selasa (24/3/2026).
Setelah menerima dokumen tersebut, IMO langsung mendistribusikan informasi itu kepada seluruh negara anggota, serta organisasi non-pemerintah agar ketentuan baru tersebut dipahami secara luas.
Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa kapal maupun aset yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk pihak yang dianggap mendukung agresi, tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Ketegangan Diplomatik Masih Berlanjut
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah menjalin komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah Iran terkait kemungkinan negosiasi penghentian konflik.
Namun, pernyataan itu mendapat tanggapan keras dari pejabat Iran. Seorang pejabat Iran bernama Ebrahim menyampaikan kritik tajam terhadap klaim tersebut.
“Apakah tingkat pergumulan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?” jelas Ebrahim dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/6/2026).
“Jangan sebut kegagalanmu sebagai kesepakatan,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak Washington mengungkapkan telah mengirimkan 15 poin usulan kesepakatan kepada Iran, meski detail isi dari dokumen tersebut belum diungkapkan kepada publik.
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab
Sementara itu, dua kapal tanker milik Indonesia masih belum dapat melanjutkan pelayaran akibat ketegangan di kawasan tersebut. Kapal tersebut berada di wilayah Teluk Arab dan masih menunggu izin untuk melintas.
Baca Juga : Drone Iran Serang Tangki BBM, Bandara Kuwait Dilalap Api
Dua kapal yang dimaksud adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang berada di bawah pengelolaan Pertamina International Shipping.
“Hingga 12 Maret 2026, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selar Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman dan terus dalam pemantauan intensif,” jelas akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.
Saat ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih menjalin komunikasi dengan otoritas Iran untuk memastikan kedua kapal tersebut dapat memperoleh izin untuk melintas melalui Selat Hormuz dengan aman.

[…] Baca Juga : Terkendala Syarat, 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz […]