Australia Gelontorkan Rp84 M untuk Lindungi UEA
Australia mengalokasikan dana sebesar 6,7 juta dollar Australia atau sekitar Rp84 miliar untuk menyediakan rudal bagi Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghadapi serangan Iran. Informasi tersebut terungkap dalam dokumen anggaran pemerintah Australia yang dipublikasikan pada Selasa (12/5/2026), sebagaimana dilaporkan AFP.
Biaya tersebut masuk dalam pos risiko pengeluaran pertahanan Australia untuk periode 2026-2027 yang mencakup operasi militer utama di kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Seorang pejabat pertahanan Australia mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah sejauh ini belum mengambil keputusan untuk mengirim pasukan militernya ke Selat Hormuz.
Baca Juga : Timur Tengah Makin Membara, Arab Saudi Serang Iran Diam-diam
Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut lebih banyak mencakup operasi-operasi yang saat ini masih berjalan.
Australia sendiri diketahui tetap mempertahankan kehadiran keamanan maritim berskala kecil di Timur Tengah sebagai bagian dari operasi multinasional guna menjaga jalur pelayaran internasional di Laut Merah.
Selain itu, Canberra juga masih terlibat dalam pelatihan militer bagi pasukan Ukraina di Inggris.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengkritik Australia karena dinilai mulai menjaga jarak dari perang Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026.
Di sisi lain, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese disebut sedang berdiskusi dengan Inggris, Prancis, dan AS terkait kemungkinan kontribusi tambahan untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz pasca-gencatan senjata.
Australia Perkuat Pengaruh di Pasifik
Tak hanya fokus di Timur Tengah, Australia juga berencana meningkatkan anggaran kerja sama pertahanan di kawasan Pasifik secara signifikan.
Pemerintah Canberra menyiapkan dana sekitar 600 juta dollar Australia atau setara Rp7,5 triliun selama empat tahun ke depan.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif pertahanan bersama negara-negara mitra di Pasifik.
Salah satu proyek yang masuk dalam rencana itu ialah pembangunan infrastruktur penggunaan ganda senilai 114 juta dollar Australia atau sekitar Rp1,4 triliun di Papua Nugini.
Berdasarkan dokumen anggaran, proyek tersebut bertujuan memperkuat integrasi antara pasukan pertahanan Australia dan Papua Nugini.
Sebelumnya, Australia telah menandatangani perjanjian pertahanan dengan Papua Nugini pada tahun lalu.
Sementara itu, pembahasan kerja sama keamanan serupa dengan negara Pasifik lain seperti Vanuatu dan Fiji disebut masih belum rampung.
Strategi Hadapi Pengaruh China
Dokumen anggaran Australia juga memuat kebijakan pembebasan pajak senilai 5,4 juta dollar Australia atau sekitar Rp68 miliar selama empat tahun.
Baca Juga : Pengedaran Uang Palsu Turun Tajam, Rupiah Jadi Sulit Dipalsukan
Insentif tersebut ditujukan bagi pemain bintang asal Australia yang direkrut untuk memperkuat klub liga rugbi Papua Nugini, PNG Chiefs.
Langkah itu dinilai menjadi bagian dari strategi “soft power” Australia untuk memperkuat pengaruhnya di Pasifik di tengah rivalitas geopolitik dengan China.
Seperti diketahui, Australia sebelumnya juga memberikan dukungan besar terhadap keikutsertaan Papua Nugini dalam liga sepak bola nasional Australia sebagai bagian dari pendekatan diplomasi kawasan.
