Trump Ultimatum Iran, Ancam Tak Ada yang Tersisa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Trump menegaskan Iran harus segera bergerak menuju kesepakatan damai atau menghadapi konsekuensi besar.
“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus Tertinggi 2 Pekan, Timteng Memanas Kembali
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasional Amerika Serikat untuk membahas langkah lanjutan terkait konflik dengan Iran.
Menurut laporan CNN, pertemuan yang berlangsung di klub golf milik Trump di Virginia itu dihadiri Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, serta utusan khusus Steve Witkoff.
Pertemuan berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump kembali dari kunjungan kenegaraan ke China.
Trump disebut mulai frustrasi terhadap proses negosiasi diplomatik dengan Iran, termasuk terkait penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung.
AS Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
Dalam beberapa hari terakhir, Trump dikabarkan semakin serius mempertimbangkan opsi melanjutkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
Langkah itu disebut bertujuan menekan Teheran agar bersedia mencapai kompromi untuk mengakhiri perang.
Meski demikian, Trump disebut masih lebih memilih penyelesaian diplomatik dibanding konflik berkepanjangan.
Menurut sumber yang dikutip CNN, Pentagon telah menyiapkan sejumlah rencana target militer apabila Trump memutuskan melanjutkan serangan.
Target yang dipertimbangkan mencakup fasilitas energi hingga infrastruktur penting di Iran.
Trump juga dilaporkan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu.
Baca Juga: Kebijakan Nikel RI Disoroti Media China, Investasi Tertekan
Di sisi lain, Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan melunak dalam negosiasi.
Media Iran melaporkan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Pakistan diketahui menjadi mediator penting dalam upaya perundingan damai antara Washington dan Teheran.
Dalam pertemuan tersebut, pejabat Iran kembali menuding kehadiran AS di Timur Tengah menjadi sumber ketidakstabilan kawasan.
Menurut kantor berita Tasnim, Pezeshkian menilai AS dan Israel terus berupaya memecah belah negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah.
