Luhut Yakinkan Investor “Indonesia Tidak Akan Runtuh!”
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian global. Ia bahkan mengajak investor untuk tidak ragu menanamkan modal di Indonesia karena yakin ekonomi nasional tidak akan runtuh.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor DEN, Jakarta, Senin (25/5/2026). Ia mengaku sebelumnya juga telah menyampaikan optimisme serupa kepada sejumlah investor besar saat berada di Singapura.
Baca Juga : Luhut Ungkap Harga Minyak Bisa Jebolkan APBN Hingga 200T
“Jika melihat sejarah, pemerintah Indonesia tidak pernah gagal memenuhi tanggung jawabnya, dan bagi saya ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia. Karena Indonesia tidak akan runtuh,” kata Luhut.
“Mungkin memang membutuhkan waktu untuk pulih, tetapi saya yakin kita bisa bangkit kembali, saya sangat percaya diri mengenai hal itu,” tambahnya.
Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat
Menurut Luhut, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami volatilitas akibat gejolak global, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup solid.
Ia menyoroti defisit transaksi berjalan Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 1 persen, jauh lebih rendah dibanding periode 2014–2015 yang sempat mencapai sekitar 4 persen.
“Tingkat hutang utang juga terkelola dengan baik. Neraca sektor korporasi sehat dan sistem perbankan cukup tangguh. Kita masih mengelola ini dengan cukup baik, meskipun ada masalah di sana-sini. Namun kita tetap rasional,” ujarnya.
Program MBG Disebut Dongkrak Permintaan Domestik
Luhut juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia turut ditopang kuatnya permintaan domestik. Salah satu faktor yang diyakini mampu menggerakkan konsumsi masyarakat adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini terus diperluas pemerintah.
Program tersebut dinilai dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan global.
Baca Juga : BGN dan Polri Berantas Penjualan Jual Beli Titik SPPG
