AS Mau Buat ‘Geng’ Baru Dunia Isinya 5 Negara, Siapa Aja?
Amerika Serikat dilaporkan tengah menyusun format kerjasama baru yang akan melibatkan lima kekuatan besar dunia, yaitu Amerika Serikat sendiri, Rusia, Tiongkok, India, dan Jepang.
Rencana ini pertama kali diungkap oleh sejumlah media Amerika Serikat yang menelusuri draf panjang Strategi Keamanan Nasional (NSS) pemerintahan Presiden Donald Trump yang belum dipublikasikan, seperti dikutip dari AFP pada Jumat (12/12/2025).
Menurut laporan media Defense One, draf dokumen tersebut menggagas sebuah forum baru bernama “Core 5” yang direncanakan menggelar pertemuan puncak rutin layaknya Kelompok Tujuh (G7), dengan fokus pada isu-isu strategis tertentu.
Baca Juga: Banjir Sumatera: Perbanas Tegaskan Debitur Tak Akan Diberatkan – Economix
“Format ini dirancang sebagai ruang dialog antara kekuatan besar di luar kerangka G7,” tulis media itu mengutip dokumen yang beredar secara internal, dikutip Sabtu, (13/12/2025).
Media tersebut menulis, format ini dirancang sebagai ruang dialog antara kekuatan-kekuatan besar di luar kerangka G7.
Isu keamanan di Timur Tengah disebut akan menjadi prioritas dalam pertemuan perdana forum tersebut, termasuk upaya normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Selain itu, draf yang sama juga dikabarkan mengusulkan pengurangan peran Washington dalam pertahanan Eropa serta mendorong Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menerapkan model pembagian beban yang lebih ketat.
Amerika Serikat juga disebut akan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Uni Eropa yang dinilai lebih sejalan dengan pandangan Washington, seperti Austria, Hungaria, Italia, dan Polandia.
Namun, Gedung Putih membantah keras keberadaan dokumen alternatif tersebut. Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan kepada Politico bahwa “tidak ada versi alternatif, pribadi, atau rahasia” selain NSS resmi setebal 33 halaman yang telah dirilis.
Dari Moskow, Kremlin menyatakan belum menerima penjelasan resmi dari Washington mengenai laporan tersebut. Menurut juru bicara pemerintah Rusia, informasi semacam ini perlu disikapi dengan sikap skeptis.
Isu ini muncul di tengah perdebatan mengenai posisi Rusia dalam forum ekonomi global. Rusia pernah menjadi anggota Kelompok Delapan (G8) pada 1998, sebelum keanggotaannya dibekukan pada 2014 menyusul aneksasi Krimea. Presiden Donald Trump sendiri berkali-kali menilai keputusan mengeluarkan Rusia sebagai “kesalahan besar.”
Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini menegaskan dalam wawancara dengan India Today bahwa Moskow tidak berniat untuk kembali ke G7. Alasannya, menurut Putin, signifikansi kelompok tersebut terus menurun.
Baca Juga: Kata Purbaya Bea Cukai Sudah Mulai Berubah, Kenapa? – Economix
