Banjir Sumatera: Perbanas Tegaskan Debitur Tak Akan Diberatkan, Skema Keringanan Disiapkan
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) meminta perbankan untuk tidak membebani nasabah yang terdampak bencana banjir di Sumatera. Upaya yang didorong mencakup program restrukturisasi kredit, penghapusbukuan, hingga hapus tagih bagi debitur yang terkena dampak langsung.
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan bank-bank Himbara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini sedang melakukan pendataan atas kredit yang terdampak, mulai dari KUR hingga kredit konsumtif dan KPR.
Hery menjelaskan bahwa saat ini perbankan masih mengumpulkan data untuk menentukan debitur yang benar-benar terdampak.
Ia mencontohkan kondisi usaha yang tidak bisa beroperasi lagi akibat banjir, toko yang hilang, atau bisnis yang hanyut terbawa arus. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, perbankan memiliki mekanisme agar tidak semakin memberatkan para debitur.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Hunian Baru untuk Korban Banjir Sumatera – Economix
“Tentunya perbankan punya cara lah untuk tidak memberatkan debiturnya,” jelas Hery dalam Konferensi Pers di Jakarta, dikutip pada Rabu (11/12/2025).
Hery menegaskan bahwa perbankan memiliki mekanisme untuk memastikan debitur yang kehilangan usaha atau aset tidak semakin terbebani. Ia menjelaskan bahwa keputusan apakah akan dilakukan hapus buku, hapus tagih, atau restrukturisasi baru dapat ditetapkan setelah seluruh data debitur terdampak selesai dikumpulkan.
“Apakah nanti itu hapus tagih atau hapus buku, dulu kita lakukan seperti itu. Kalau yang masih bisa usaha ya nanti kita lihatin lagi restrukturisasinya mau seperti apa. Itu posisinya sekarang,” Kata Hery.
Sementara itu, Ekonom Perbanas dan UOB, Enrico Tanuwidjaja, menilai bahwa dampak bencana tersebut terhadap perekonomian bersifat jangka pendek. Ia menyebutkan bahwa proporsi investasi terhadap PDB Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkat dalam jangka panjang.
Menurut Enrico, penanganan bencana diperkirakan berlangsung cepat sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi secara berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki cadangan dana yang siap digunakan melalui APBN.
“Jadi ini bencana menurut saya juga pasti akan ditangani dengan segera sehingga tidak menghambat secara berkesinambungan. Dan juga dana cadangan yang ada dari pemerintah dan APBN itu memang sudah ready,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Adapun jumlah korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus meningkat. Per Rabu pagi (10/12/2025), tercatat 969 korban meninggal dunia. Data BNPB hingga pukul 09.11 WIB juga menunjukkan 5.000 orang mengalami luka-luka, sementara 262 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Banjir Sumatera Picu Lonjakan Klaim Asuransi di Astra – Economix

[…] Banjir Sumatera: Perbanas Tegaskan Debitur Tak Akan Diberatkan, Skema Keringanan Disiapkan […]