Dubes Saudi Kecam Iran, Serangan ke Negara Teluk Disebut Picu Konflik Regional
Pemerintah Arab Saudi menyampaikan kecaman keras terhadap serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Pihak kerajaan menilai serangan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan telah dirancang sebelumnya.
“Kami ingin menyampaikan tendit (kecaman) ataupun penolakan terhadap serangan yang dilakukan oleh Iran kepada Kerajaan Arab Saudi dan juga kepada negara-negara Arab Teluk dan juga negara-negara Arab Islam lainnya yang ada di kawasan,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Kedubes Arab Saudi di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga : Fokus Program Unggulan, Prabowo Optimis Ekonomi Tumbuh 8%
“Tentu permusuhan yang dilakukan oleh Iran ini, terutama terhadap Kerajaan Arab Saudi dan juga negara-negara Teluk lainnya, memang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk sengaja melakukan permusuhan terhadap Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara lainnya,” lanjutnya.
Menurut Faisal, rangkaian aksi militer tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menciptakan ketegangan dan gangguan stabilitas di kawasan. Ia juga menilai tindakan Iran telah melanggar norma hukum internasional karena dilakukan secara berulang.
“Dan sampai saat ini serangan-serangan yang dilakukan oleh Iran masih terus berlanjut di kawasan,” ujarnya.
Serangan Iran Dinilai Memicu Ketidakpercayaan Kawasan
Faisal menyatakan bahwa tindakan Iran telah memicu meningkatnya ketidakpercayaan dari negara-negara di kawasan terhadap Teheran. Ia menilai langkah-langkah agresif tersebut tidak akan memberikan manfaat strategis bagi Iran dalam jangka panjang.
“Iran dalam kesempatan ini sengaja untuk mengesampingkan ataupun berusaha untuk lepas dari tanggung jawab yang telah mereka lakukan terhadap negara-negara ini,” tutur Faisal.
Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menyambut dukungan komunitas internasional yang terus menguat, termasuk melalui pengesahan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) nomor 2817 yang mendapat dukungan luas dari sekitar 163 negara anggota.
Dubes Faisal juga menyinggung adanya resolusi dari Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa yang menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia akibat serangan yang dilancarkan Iran.
“Resolusi ini juga menyebutkan bahwa mengecam keras tindakan dilakukan Iran terhadap tempat-tempat vital, infrastruktur, dan juga pelabuhan udara dan juga tempat-tempat vital lainnya,” ujar Faisal.
“Dalam resolusi itu juga disampaikan bahwa tindakan ini diarahkan kepada negara-negara memang yang benar-benar tidak terkait dengan perang ini dan tentu sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip yang berlaku,” sambungnya.
Arab Saudi Tegaskan Pentingnya Stabilitas Jalur Laut
Faisal juga menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Ia menolak keras tindakan yang menyasar kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut karena berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global.
Baca Juga : Kejar Ekonomi 8%, Prabowo Ungkap RI Butuh Dana Besar!
“Kita menolak keras dan mengutuk secara keras tindakan-tindakan Iran yang mengarah kepada kapal-kapal yang berlayar di kawasan teluk, terutama yang berlayar di kawasan teluk ataupun Selat Hormuz. Dampaknya tentu sangat jelas sekali yaitu dampak baik itu secara berkaitan dengan keamanan ataupun juga terhadap ekonomi global secara umum,” terang Faisal.
Meski mengecam keras tindakan tersebut, Arab Saudi tetap menegaskan komitmennya untuk mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama dalam meredakan ketegangan.
