Fokus MBG, Kopdes, dan Sekolah, Prabowo Optimis Ekonomi Indonesia 8%
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, renovasi infrastruktur sekolah, pembangunan 3 juta rumah, hingga pengembangan kampung nelayan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% pada 2029.
Menurutnya, target tersebut tetap realistis meskipun rasio efisiensi investasi atau Incremental Capital Output Ratio Indonesia masih berada pada level 6,3. Ia menilai angka ICOR tersebut perlu ditekan dengan memperbaiki efisiensi anggaran, serta menutup celah kebocoran yang berpotensi menurunkan produktivitas investasi.
Pandangan tersebut disampaikan saat ia menanggapi pertanyaan dari mantan Menteri Keuangan yang kini menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional, Chatib Basri. Dalam diskusi tersebut, Chatib menyoroti tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi apabila pemborosan anggaran dan rendahnya produktivitas tenaga kerja masih terjadi.
Baca Juga : Selain Selat Hormuz, Saudi Cs Punya Jalur Lain untuk Ekspor Minyak?
Ia menjelaskan bahwa tingginya ICOR menyebabkan kebutuhan investasi Indonesia menjadi sangat besar, yakni sekitar 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara rasio tabungan nasional hanya berada di kisaran 35% terhadap PDB.
“Pertanyaanya kalau kita memang mau kejar 8% growth isu human capital ini mesti di address, apa yang kira-kira bapak mau lakukan terkait ini karena tanpa ini, walaupun uangnya datang kalau kita boros, kita enggak akan bisa kejar 8%,” kata Chatib Basi kepada Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang tayang di Youtube Prabowo Subianto, dikutip Rabu (25/3/2026).
Renovasi Sekolah dan Digitalisasi Jadi Fokus Peningkatan Human Capital
Menanggapi pertanyaan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor pendidikan.
Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah percepatan renovasi sekolah. Ia menyebut bahwa pada tahun sebelumnya sekitar 17 ribu sekolah telah direnovasi. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi hingga 70 ribu sekolah, kemudian meningkat menjadi 90 ribu sekolah pada tahun berikutnya, hingga total mencapai 300 ribu sekolah pada 2029.
“Dan ini langsung saya kirim ke kepala sekolah dengan komite sekolah dan orang tua murid. Banyak kepala sekolah yang nangis, pertama kali dalam sejarah dia kelola sendiri,” kata Prabowo.
Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga mengembangkan sistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan perangkat interactive flat panel atau smartboard di berbagai sekolah, yang saat ini telah dipasang di 288.831 sekolah di seluruh Indonesia.
“Ini anak-anak desa, terpencil, sekarang meningkat minat belajarnya, dari mulai matematika mereka suka sekarang, kemudian tahun ini dari satu interactive panel untuk satu sekolah saya tambah tiga, jadi nanti empat ruang kelas tahun 2026 akan punya interactive flat panel ini,” paparnya.
Program MBG hingga Koperasi Merah Putih Diproyeksi Ciptakan Lapangan Kerja
Dalam upaya meningkatkan produktivitas nasional, Prabowo menilai berbagai program prioritas juga memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
Melalui program MBG, pemerintah memperkirakan akan terbuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja setelah 30 ribu dapur SPPG beroperasi secara penuh. Selain itu, peningkatan kebutuhan bahan pangan dari program tersebut juga diperkirakan menciptakan tambahan sekitar 1,5 juta pekerjaan di sektor pertanian.
“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor, tiap dapur ya, yang jual telor, wortel, sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani, jadi itu sudah 50 lagi, another 1,5 juta orang kerja, itu hanya dari MBG,” tegasnya.
Program Koperasi Merah Putih juga diperkirakan memberi kontribusi besar terhadap pembukaan lapangan kerja. Setiap koperasi diperkirakan membutuhkan sekitar 18 tenaga kerja, sementara target pembangunannya mencapai 80 ribu koperasi. Dengan demikian, diperkirakan akan muncul sekitar 1,44 juta lapangan kerja baru.
Baca Juga : Dampak Perang Timur Tengah, Filipina Deklarasi Darurat Energi
Pembangunan Desa Nelayan dan Perumahan Dorong Produktivitas Nasional
Selain sektor pendidikan dan pangan, pemerintah juga fokus meningkatkan produktivitas di sektor kelautan dan perumahan.
Program pembangunan Desa Nelayan Merah Putih tidak semata-mata ditujukan untuk menambah jumlah pekerjaan baru, melainkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan yang telah ada. Setiap desa nelayan dirancang melayani sekitar 600 hingga 2.000 kepala keluarga dengan dukungan fasilitas seperti penyimpanan dingin dan SPBU khusus nelayan.
“Tadinya kapal dia hanya bisa melaut 24 jam kita bisa bikin dia naik 3 kali lah dan kita bikin pilot project di Biak penghasilan nelayan itu naik rata-rata 60%-80%, ini juga menimbulkan pertumbuhan ekonomi. Ini saya akan urut satu per satu thats why im confidence, kita belum bicara hilirisasi yang tahun ini yang that’s the real value added,” paparnya.
Pengembangan desa nelayan yang telah mencapai 1.100 lokasi juga didukung optimalisasi galangan kapal untuk memproduksi sekitar 1.582 kapal per tahun dengan kapasitas antara 150 hingga 2.000 GT.
“Karena saya tidak mau laut kita diduduki kapal-kapal asing, enggak benar itu. Ini akan ciptakan lapangan kerja di kurang lebih 30 galangan kapal, kita kita punya kalau gak salah 60 galangan kapal ya, ini satu kapal 20-30 crew, dan crew ini bisa shift,” ucap Prabowo.
Selain itu, program pembangunan tiga juta rumah juga diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Satu unit rumah diperkirakan membutuhkan sekitar lima tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan puluhan industri turunan yang berkaitan dengan sektor perumahan.
Dengan target pembangunan satu juta rumah di wilayah perkotaan, pemerintah memperkirakan akan tercipta sekitar lima juta lapangan kerja baru di kawasan tersebut.
“Dan kita rencananya 1 juta menuju ke ya mungkin 10 tahun yang akan datang karena kekurangan kita cukup besar 12 juta yang kurang, so this is going to be a big booster to economy. Dan akhirnya kan kita bisa ambil rata-rata, China juga tidak growth 13% langsung selama 20 tahun, kalau kita average nanti di 10 tahun saya pikir very easy we can get 8%, i am very confident,” ujar Prabowo.
Baca Juga : Kejar Ekonomi 8%, RI Perlu Dana Besar! Ini Bocoran Prabowo

[…] Fokus MBG, Kopdes, dan Sekolah, Prabowo Optimis Ekonomi Indonesia 8% […]