Iran Siap Damai, Asal Ada Jaminan Tindakan Agresi Tidak Terulang
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran ingin mengakhiri perang, namun dengan syarat yang ditentukan sendiri oleh Iran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi di tengah meningkatnya tekanan internasional agar Iran segera membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat.
“Tentu saja, kami menginginkan penghentian perang dengan syarat-syarat kami sendiri, dan dengan cara bahwa itu (perang) tidak akan terulang lagi di sini,” katanya kepada televisi pemerintah Iran, dilansir AFP, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: 13 Proyek Baru Disiapkan Prabowo untuk Kebut Hilirisasi, Tembus Rp239 Triliun
Iran Tolak Negosiasi, Pilih Lanjutkan Perlawanan
Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat.
“Saat ini, kebijakan kita adalah melanjutkan perlawanan,” kata Araghchi.
“Kita tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya percaya posisi kita sepenuhnya berprinsip,” lanjut dia.
Ia bahkan menilai bahwa pembicaraan di tengah situasi saat ini justru mencerminkan kelemahan.
“Berbicara tentang negosiasi sekarang adalah pengakuan kekalahan,” tutur dia.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan disebut berjalan produktif.
“Pembicaraan berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif,” ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Namun, Iran tetap bersikukuh bahwa keputusan mengakhiri perang sepenuhnya berada di tangan Teheran.
“Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya sendiri terpenuhi,” kata seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya.
Ia menambahkan bahwa Iran akan terus memberikan tekanan militer hingga tuntutannya dipenuhi.
Baca Juga: Prabowo Fokus MBG, Kopdes, dan Sekolah, Optimis Ekonomi RI 8 Persen
Lima syarat Iran untuk akhiri perang
Iran menetapkan lima syarat utama yang harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Menurut pejabat Iran tersebut, salah satu syarat utama adalah penghentian total agresi dan serangan dari pihak lawan.
Selain itu, Iran menuntut adanya mekanisme konkret yang menjamin perang tidak akan kembali terjadi di masa depan.
Iran juga meminta pembayaran ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik berlangsung.
Syarat lainnya adalah penghentian perang di seluruh front, termasuk terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di kawasan.
Tak kalah penting, Iran menegaskan bahwa kedaulatan atas Selat Hormuz merupakan hak mutlak yang harus diakui oleh pihak lain.
Pejabat tersebut juga menilai proposal yang diajukan Amerika Serikat sebelumnya tidak realistis dan terlalu berlebihan.
Ia menyebutkan bahwa syarat-syarat tersebut merupakan pengembangan dari tuntutan yang sebelumnya telah diajukan Iran dalam perundingan di Jenewa sebelum konflik pecah.
