26 Negara Bagian AS Gugat Trump soal Standar BBM
Kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menurunkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan bermesin bensin memicu penolakan dari sejumlah negara bagian. Sebanyak 26 negara bagian, termasuk California dan New York, menggugat pemerintah federal atas kebijakan tersebut.
Mengutip Al-Jazeera, Senin (5/10/2026), gugatan diajukan setelah Departemen Transportasi AS memangkas standar efisiensi bahan bakar kendaraan. Para penggugat menentang keputusan pemerintah yang menetapkan standar rata-rata efisiensi kendaraan sebesar 34,9 mil per galon (mpg), atau sekitar 14,8 kilometer (km) per liter, untuk tahun model 2031.
Angka tersebut jauh di bawah standar yang ditetapkan pada masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden. Pemerintahan Biden sebelumnya menetapkan target 50,4 mpg atau sekitar 21,4 km per liter untuk tahun model yang sama.
Baca Juga : Houthi Klaim Tembakan Rudal ke Aramco di Riyadh
Jaksa Agung California Rob Bonta yang memimpin gugatan menilai pemerintahan Trump telah mengubah metode regulator federal dalam menghitung standar efisiensi bahan bakar. Menurutnya, perubahan tersebut membuat standar bagi kendaraan berbahan bakar bensin lebih mudah diturunkan.
EV Dikeluarkan dari Perhitungan
Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) selama ini menetapkan standar efisiensi dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi yang memungkinkan kendaraan berbahan bakar bensin menjadi lebih hemat.
Dalam proses tersebut, regulator terlebih dahulu memodelkan kinerja armada kendaraan yang beredar. Setelah itu, NHTSA memperkirakan berbagai langkah tambahan yang dapat dilakukan produsen untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar pada tahun-tahun berikutnya.
Namun, Bonta menuding pemerintahan Trump mengubah metode penghitungan dengan tidak lagi memasukkan kendaraan listrik (EV) yang telah beroperasi di jalan-jalan AS.
Padahal, dalam standar sebelumnya, termasuk pada periode pertama pemerintahan Trump, jutaan EV yang telah digunakan di AS turut diperhitungkan sebagai bagian dari armada kendaraan untuk menentukan standar efisiensi.
Bonta menyebut perubahan metode tersebut sebagai pendekatan yang “cacat” dan “sangat terdistorsi”. Menurutnya, pengecualian EV yang sudah beroperasi membuat pemerintah lebih mudah membenarkan penetapan standar efisiensi yang lebih rendah untuk kendaraan berbahan bakar bensin.
Pemerintah Dituding Langgar Mandat Kongres
Gugatan 26 negara bagian juga mempersoalkan aspek hukum dari aturan baru NHTSA. Para penggugat menilai regulator telah melanggar mandat Kongres yang mewajibkan penetapan standar efisiensi bahan bakar pada tingkat “semaksimal mungkin” atau maximum feasible.
Di sisi lain, Departemen Transportasi AS menyatakan perubahan standar tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi. Pemerintah memperkirakan kebijakan baru itu berpotensi menghemat sekitar US$138 miliar atau sekitar Rp2.430 triliun bagi pembayar pajak AS dalam lima tahun mendatang.
Bonta justru menilai kebijakan tersebut dapat membuat masyarakat AS mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bahan bakar. Ia menuding pemerintahan Trump berupaya melemahkan standar efisiensi kendaraan yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat untuk bensin sekaligus memperburuk kualitas udara.
“Presiden memulai perang yang telah menciptakan volatilitas di pasar minyak, mengganggu pasokan energi global dan membuat keluarga serta pelaku usaha membayar lebih mahal di pompa bensin,” kata Bonta.
Produsen Mobil Dukung Kebijakan Trump
Di tengah gugatan dari sejumlah negara bagian, industri otomotif justru memberikan respons positif terhadap keputusan pemerintahan Trump.
Stellantis North America menyatakan mendukung upaya pemerintah untuk menata kembali standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE). Perusahaan menilai target baru perlu dibuat lebih realistis dan disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Kami menyambut upaya pemerintah untuk menetapkan kembali regulasi CAFE dengan target yang lebih realistis dan lebih sesuai dengan kondisi pasar,” kata Wakil Presiden Senior Urusan Publik Stellantis North America, Shane Karr.
Kelompok Lingkungan Ajukan Gugatan Terpisah
Perlawanan terhadap kebijakan tersebut tidak hanya datang dari 26 negara bagian. Pada hari yang sama, kelompok progresif dan organisasi lingkungan, termasuk Environmental Defense Fund dan Public Citizen, mengajukan gugatan terpisah di pengadilan federal di Washington DC.
Baca Juga : AS Usir 2 Delegasi Iran yang Bertahan di NY Usai Sidang PBB
Kelompok tersebut menilai keputusan Trump untuk menurunkan standar efisiensi bahan bakar berpotensi meningkatkan polusi udara sekaligus memberikan keuntungan lebih besar bagi perusahaan minyak dan produsen kendaraan.
“Upaya Trump yang melanggar hukum untuk memangkas perlindungan penting terkait efisiensi bahan bakar akan mencemari udara kita dan mengisi kantong para CEO perusahaan minyak dan otomotif,” kata Robert Weissman, salah satu ketua Public Citizen.
Perdebatan mengenai kebijakan tersebut juga berdampak pada perdagangan saham perusahaan otomotif. Saham Ford, General Motors, dan Toyota masing-masing ditutup turun sekitar 1% pada perdagangan Jumat. Sementara itu, saham Stellantis anjlok lebih dari 6% di tengah laporan mengenai penurunan penjualan.
