Iran Tuduh AS Tekan Negara agar Boikot Pemakaman Khamenei
Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan tekanan diplomatik terhadap sejumlah negara agar tidak menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Meski demikian, Teheran mengklaim hampir 100 negara tetap mengirimkan delegasi untuk mengikuti upacara tersebut.
Mengutip kantor berita Tasnim, Senin (6/7/2026), seorang sumber senior Iran mengatakan para pejabat AS menjalankan kampanye diplomatik selama lima hari guna membujuk pemerintah asing agar tidak mengirim perwakilan ke Teheran.
Menurut sumber tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat (26/6/2026) diduga mengeluarkan arahan rahasia kepada seluruh kedutaan besar dan misi diplomatik Amerika Serikat.
Arahan tersebut, menurut klaim Iran, memerintahkan para diplomat AS untuk memanfaatkan seluruh saluran diplomatik guna meyakinkan negara-negara mitra bahwa kehadiran dalam pemakaman Khamenei akan dianggap sebagai tindakan yang tidak bersahabat dan berpotensi memengaruhi hubungan bilateral dengan Washington.
Baca Juga : Menlu Iran Benarkan Juru Runding Mereka Diincar Israel
Tasnim juga mengutip dua diplomat Arab yang identitasnya tidak diungkap. Mereka mengeklaim Rubio secara langsung menghubungi para menteri luar negeri di sedikitnya lima negara Arab untuk meminta agar tidak menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Selain itu, sumber Iran menuduh para duta besar AS di sejumlah negara Afrika turut memperingatkan pemerintah setempat bahwa kehadiran dalam upacara pemakaman berpotensi memengaruhi bantuan pembangunan dari Amerika Serikat.
Menurut sumber tersebut, tekanan itu membuat satu negara besar di Afrika Utara menurunkan tingkat keterwakilannya dalam prosesi tersebut.
Iran Klaim 13 Negara Membatalkan Kehadiran
Berdasarkan penilaian pihak Iran, sedikitnya 13 negara akhirnya memutuskan membatalkan kehadiran mereka akibat tekanan diplomatik dari AS.
Negara-negara tersebut, menurut sumber Iran, terdiri atas tiga negara di Eropa Timur, lima negara di Afrika, dua negara Arab di kawasan Teluk Persia, dan dua negara besar di Asia Timur.
Laporan Tasnim juga menyebut beberapa pemerintah yang tidak jadi hadir kemudian menyampaikan penjelasan kepada Teheran melalui jalur diplomatik. Sebagian di antaranya bahkan disebut menawarkan untuk diwakili diplomat tingkat rendah yang telah berada di Iran, namun tawaran tersebut diklaim ditolak oleh pemerintah Iran.
Iran Klaim Hampir 100 Negara Tetap Hadir
Terlepas dari tuduhan tersebut, Iran mengeklaim delegasi dari hampir 100 negara tetap menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang digelar pada Jumat.
Baca Juga : Lembaga Uni Eropa Dikabarkan Teken Kontrak dengan Israel!
Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Prosesi pemakamannya baru dilaksanakan setelah Iran dan AS mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung sebelumnya.
Hingga laporan ini diterbitkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan Iran mengenai dugaan tekanan diplomatik tersebut.
