Pemakaman Ali Khamenei Digelar, 15 Juta Pelayat Hadir
Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dijadwalkan dimakamkan pada Kamis (9/7/2026) malam waktu setempat di kota kelahirannya, Mashhad. Prosesi tersebut menjadi akhir dari rangkaian penghormatan yang berlangsung selama beberapa hari dan diikuti jutaan warga Iran maupun Irak.
Gubernur Mashhad, Hassan Hosseini, memperkirakan sekitar 15 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Di tengah persiapan pemakaman, kondisi kawasan kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru terhadap sejumlah target di Iran.
Ali Khamenei Dimakamkan di Kompleks Imam Reza
Menurut kantor berita resmi IRNA sebagaimana dikutip CNA, Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, salah satu tempat ibadah paling suci bagi umat Syiah di Iran.
Imam Reza merupakan satu-satunya dari 12 imam Syiah yang makamnya berada di wilayah Iran.
Baca Juga : Trump Bahas Opsi Serangan ke Iran di KTT NATO
Prosesi pemakaman awalnya direncanakan berlangsung pukul 06.00 waktu setempat. Namun, media lokal melaporkan jadwal tersebut diundur menjadi pukul 14.00 karena rangkaian penghormatan di Irak berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Sebelum tiba di Mashhad, jenazah Khamenei telah dibawa dari Teheran menuju Kota Qom pada Selasa (7/7/2026). Setelah itu, jenazah diteruskan ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu (8/7/2026), sebelum kembali ke Iran untuk dimakamkan.
Kepala Staf Khamenei, Mohammad Mohammadi-Golpaygani, sebelumnya menyampaikan kepada televisi pemerintah bahwa Khamenei memang menginginkan dirinya dimakamkan di Mashhad, tempat ia dilahirkan.
Kompleks Makam Imam Reza juga menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk beberapa mantan shah dan mantan Presiden Ebrahim Raisi.
15 Juta Orang Diperkirakan Hadiri Pemakaman
Gubernur Mashhad, Hassan Hosseini, mengatakan melalui televisi pemerintah bahwa jumlah pelayat yang hadir dalam pemakaman Khamenei diperkirakan mencapai sekitar 15 juta orang.
Sebelumnya, rangkaian penghormatan terhadap Khamenei telah menarik jutaan warga di berbagai wilayah Iran.
Jenazah Khamenei disemayamkan selama tiga hari di Teheran sebelum dibawa menuju sejumlah kota dalam rangkaian prosesi pemakaman.
Pemerintah Iran berharap upacara tersebut dapat menunjukkan persatuan nasional dan kekuatan negara setelah konflik di Timur Tengah serta enam bulan setelah aksi protes anti-pemerintah.
Pemakaman Berlangsung Saat Konflik AS-Iran Memanas
Prosesi pemakaman Khamenei berlangsung ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali mengalami eskalasi militer.
AS melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Baca Juga : AS Cabut Izin Iran dalam Penjualan Minyak, Sanksi Kembali Berlaku
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan memperingatkan adanya konsekuensi lebih besar apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sementara itu, Iran mengklaim telah melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas operasi militer Washington.
Ali Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 meninggal dunia pada 28 Februari dalam serangan Israel pada hari pertama operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Ia wafat dalam usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarga dan pejabat tinggi Iran.
Dalam rencana pemakaman tersebut, Khamenei juga akan dimakamkan bersama cucu perempuannya yang masih bayi, putrinya, menantunya, serta istri Mojtaba Khamenei, Zahra Haddad Adel, yang turut tewas dalam serangan pada 28 Februari.

[…] Pemakaman Ali Khamenei Digelar, 15 Juta Pelayat Hadir […]