Iran Serang Empat Negara Arab Usai Gempuran Militer AS
Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/7/2026).
Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Yordania menjadi wilayah yang terdampak dalam operasi yang disebut Teheran sebagai respons atas serangan militer AS selama beberapa hari terakhir.
Pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghantam pangkalan dan fasilitas militer AS yang berada di kawasan tersebut.
Militer Iran dilaporkan menargetkan sistem pertahanan rudal Patriot di Kuwait, sistem peringatan dini di Qatar, serta tangki bahan bakar di Bahrain menggunakan sejumlah drone kamikaze.
Baca Juga: Viral, Trump Salah Sebut Iran Jadi Jepang di KTT NATO
Menurut laporan Al Jazeera, Yordania juga menjadi wilayah yang terdampak ketika delapan rudal Iran dilaporkan memasuki wilayah udaranya.
Otoritas Yordania menyebut seluruh rudal berhasil dicegat setelah sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah negara itu.
Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan serpihan drone yang jatuh tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.
Di Kuwait, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangannya berhasil menghantam “infrastruktur dan fasilitas penting” di pangkalan militer AS Arifjan dan Ali Al Salem.
Iran juga menyebut telah menargetkan fasilitas militer AS di kawasan Juffair dan Sheikh Isa, Bahrain, menggunakan kombinasi rudal dan drone.
Di sisi lain, militer AS mengumumkan telah melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran sehari sebelumnya. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut sekitar 90 sasaran militer Iran menjadi target dalam operasi terbaru tersebut.
“Pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran,” demikian keterangan CENTCOM di media sosial X.
Dikutip dari Al Jazeera, CENTCOM menyatakan operasi tersebut dilakukan setelah serangan ofensif lain yang dijalankan pada malam sebelumnya.
Baca Juga: Irak Dipaksa AS Putus Aliran Dolar ke Iran, Ini Imbalannya
Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), pasukan CENTCOM menyerang sekitar 80 target militer Iran, termasuk puluhan kapal kecil milik IRGC.
Washington menyebut operasi itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Serangan terbaru AS berlangsung ketika Iran tengah menggelar rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Jenazah Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis sore waktu setempat.
