AS Resmi Hantam Brasil dengan Tarif 25%, Lula Melawan!
Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap sebagian besar produk asal Brasil mulai 22 Juli 2026. Kebijakan yang diumumkan pada Rabu (15/7/2026) itu menjadi langkah pertama dalam strategi tarif baru pemerintahan Presiden Donald Trump, yang berpotensi diperluas ke puluhan negara lain.
Langkah tersebut muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan fondasi utama sistem tarif Trump yang diterapkan sebelumnya. Sebagai gantinya, pemerintah menggunakan hasil investigasi dugaan praktik perdagangan tidak adil berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS.
Baca Juga : Mojtaba Kirim Pesan Keras usai Pemakaman Khamenei
Hingga kini, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) telah membuka hampir 80 penyelidikan perdagangan yang dapat berujung pada tarif baru terhadap negara-negara seperti China, Uni Eropa, India, Jepang, Korea Selatan, hingga Meksiko.
Tarif Jadi Tindak Lanjut Investigasi Perdagangan
Pengenaan tarif ini merupakan kelanjutan dari usulan pemerintahan Trump yang disampaikan bulan lalu. Saat itu, Washington menilai Brasil menjalankan berbagai praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, mulai dari kebijakan perdagangan digital hingga persoalan penggundulan hutan ilegal.
“Negosiasi ekstensif dengan Brasil selama setahun terakhir belum menyelesaikan masalah-masalah ini, tetapi kami tetap terbuka untuk melanjutkan negosiasi dengan Brasil guna mewujudkan perubahan yang sangat dibutuhkan terhadap masalah-masalah yang diidentifikasi dalam investigasi ini,” kata Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menolak keras keputusan tersebut. Menurutnya, kebijakan tarif Washington tidak memiliki dasar yang kuat dan akan direspons melalui jalur hukum internasional.
“Brasil akan segera memulai proses untuk menggunakan instrumen yang diatur dalam Undang-Undang Timbal Balik dan meninjau kembali masalah tersebut dalam kerangka mekanisme penyelesaian sengketa WTO,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio justru menyalahkan pemerintahan Lula karena dinilai tidak menunjukkan itikad baik selama proses negosiasi berlangsung.
“Selama setahun terakhir, Lula telah mengutamakan egonya sendiri di atas kesepakatan demi kesejahteraan rakyat Brasil, dan tarif ini adalah harga yang harus dibayar untuk itu,” tulis Rubio dalam unggahannya di X.
Sejumlah Produk Dikecualikan dari Tarif
Tarif baru akan berlaku untuk ribuan produk asal Brasil, di antaranya gula, mesin pertanian, pakaian, mesin listrik, kertas, hingga baja.
Meski demikian, pemerintah AS mengecualikan beberapa komoditas penting dari kebijakan tersebut. Produk yang tidak dikenai tarif tambahan meliputi daging sapi, kopi, logam tanah jarang, produk energi, pesawat terbang, serta suku cadang pesawat. Selain itu, madu organik, besi cor, kopi instan tanpa perisa, dan sejumlah produk lainnya juga masuk dalam daftar pengecualian.
Baca Juga : Timteng Memanas, AS Tuding China Bantu Iran!
Investigasi yang dibuka USTR sejak Juli tahun lalu menyoroti sejumlah dugaan praktik tidak adil Brasil, termasuk isu deforestasi ilegal dan sistem pembayaran digital Pix yang dinilai merugikan perusahaan kartu kredit asal AS. Pemerintah Brasil telah membantah seluruh tuduhan tersebut.
Di sisi lain, Brasil juga masuk dalam investigasi Pasal 301 terpisah terkait dugaan keterlibatan dalam rantai pasok yang berkaitan dengan kerja paksa. Penyelidikan tersebut dijadwalkan rampung pada 24 Juli dan berpotensi menghasilkan tambahan tarif sebesar 12,5%.
Apabila tambahan bea masuk itu benar-benar diberlakukan, total tarif terhadap sejumlah produk Brasil dapat mencapai 37,5%.

[…] AS Resmi Hantam Brasil dengan Tarif 25%, Lula Melawan! […]