Survei Pew: China Kini Lebih Disukai Dibanding AS
Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center menunjukkan perubahan besar dalam persepsi global terhadap dua negara adidaya dunia.
Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa China kini dipandang lebih positif dibandingkan Amerika Serikat (AS) di banyak negara.
Lembaga riset nonpartisan yang berbasis di AS itu menemukan bahwa citra positif China mencapai level tertinggi di sejumlah negara. Di sisi lain, persepsi terhadap AS mengalami penurunan.
Secara umum, tingkat kepercayaan terhadap Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sama-sama tergolong rendah.
Namun, Xi memperoleh tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan Trump di banyak negara.
Meski demikian, AS masih dinilai lebih menghormati kebebasan individu dibandingkan China. Namun, Beijing dianggap lebih sedikit mencampuri urusan negara lain dibandingkan Washington.
Baca Juga: Blok Masela Diresmikan Prabowo, Investasi Tembus Rp390 T
China Unggul di Mayoritas Negara
Dilansir dari BBC, Rabu (15/7/2026), Pew melakukan survei terhadap lebih dari 42.000 responden di 36 negara. Survei berlangsung pada Februari hingga Mei 2026.
Para responden diminta menilai pandangan mereka terhadap AS dan China, mulai dari sangat baik hingga sangat buruk.
Hasilnya, di 25 dari 36 negara yang disurvei, jumlah warga yang memiliki pandangan positif terhadap China lebih banyak dibandingkan mereka yang berpandangan positif terhadap AS.
Menurut Jonathan Schulman, salah satu peneliti dalam studi tersebut, hasil ini merupakan temuan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Pew mulai melacak persepsi global terhadap negara-negara besar pada 2002.
Pew memang pernah mencatat penurunan citra AS pada akhir masa pemerintahan George W. Bush dan awal periode pertama Trump pada 2017. Namun saat itu, persepsi terhadap China tidak mengalami kenaikan signifikan.
Beberapa negara yang mencatat pergeseran terbesar ke arah China antara lain Spanyol, Indonesia, Italia, Yunani, dan Kanada.
Sementara itu, hanya enam negara yang masih menunjukkan tingkat dukungan lebih besar kepada AS. Negara-negara tersebut adalah Polandia, Filipina, Korea Selatan, India, Jepang, dan Israel.
Citra China Menguat di Banyak Negara
Pew juga menemukan bahwa opini positif terhadap AS di 20 negara terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Sebaliknya, citra positif China mengalami peningkatan secara konsisten. Bahkan, sejumlah negara mencatat rekor tertinggi dalam penilaian positif terhadap Beijing tahun ini.
Negara-negara tersebut antara lain Italia, Spanyol, Kolombia, Meksiko, Indonesia, Malaysia, Nigeria, dan Turkiye.
Laporan itu juga menunjukkan bahwa negara berpenghasilan menengah cenderung memiliki pandangan lebih positif terhadap China. Sebaliknya, negara-negara dengan tingkat pendapatan lebih tinggi umumnya lebih kritis terhadap Beijing.
Singapura menjadi pengecualian. Meski memiliki salah satu pendapatan per kapita tertinggi di antara negara yang disurvei, negara tersebut tetap menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap China.
Kawasan Asia-Pasifik menjadi wilayah dengan tingkat dukungan terbesar terhadap China. Sekitar 90 persen responden di Pakistan memiliki pandangan positif terhadap China. Sebaliknya, hanya 11 persen responden di Jepang yang memiliki pandangan serupa.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Global, Danantara Gabung Forum SWF Dunia
Tingkat Kepercayaan Xi Lebih Tinggi dari Trump
Selain mengukur persepsi terhadap negara, survei ini juga menanyakan tingkat kepercayaan responden kepada Xi Jinping dan Donald Trump dalam menangani urusan dunia.
Secara keseluruhan, tingkat kepercayaan terhadap kedua pemimpin tersebut berada di bawah 50 persen di sebagian besar negara.
Meski demikian, lebih banyak negara yang menunjukkan tingkat kepercayaan lebih tinggi kepada Xi dibandingkan Trump.
Xi memperoleh tingkat kepercayaan tertinggi di Pakistan sebesar 83 persen. Sementara itu, tingkat kepercayaan terendah terhadap Xi tercatat di Jepang, yakni 7 persen.
Adapun Trump memperoleh tingkat kepercayaan tertinggi di Filipina sebesar 68 persen. Tingkat kepercayaan terendah terhadap Trump tercatat di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yakni hanya 4 persen.
“Orang-orang tidak memiliki opini yang sekuat itu terhadap Xi seperti halnya terhadap pemimpin lain,” kata Schulman.
“Sementara itu, bagi Trump, orang-orang lebih cenderung memberikan jawaban dan memberikan jawaban yang ekstrem,” sambungnya.
Survei Pew dilakukan pada periode yang diwarnai sejumlah isu geopolitik penting. Saat itu, Trump meningkatkan retorika mengenai aneksasi Greenland.
AS juga menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan terlibat dalam konflik dengan Iran selama masa survei berlangsung.
