Prabowo Sebut Danantara Jadi Prestasi Bersejarah RI
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kehadiran Danantara Indonesia menjadi salah satu pencapaian penting yang akan dikenang dalam sejarah bangsa.
Menurut dia, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil membangun dana kedaulatan atau sovereign wealth fund yang mengelola kekayaan negara dalam skala besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
“Salah satu prestasi kita yang dikenang oleh sejarah adalah pertama kali bangsa Indonesia berhasil membangun suatu dana kedaulatan yang kita sebut Danantara,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Bantah RI Kolaps, Sebut Kondisi Malah Makin Kuat
Ia menjelaskan bahwa Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Dia memaknai lembaga tersebut sebagai sumber daya dan energi masa depan bagi Indonesia.
Menurut Prabowo, Danantara akan menjadi cadangan kekayaan negara yang dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Ini menjadi cadangan, jadi energi masa depan anak dan cucu cicit kita. Alhamdulillah, kita punya Danantara Indonesia yang nilai asetnya bernilai lebih dari US$1.000 miliar,” kata dia.
Prabowo Soroti Penataan Aset dan BUMN
Prabowo mengatakan kekayaan negara dalam jumlah besar selama ini tidak selalu terpantau dengan baik.
Ia mengaku belum sepenuhnya memahami besaran aset negara ketika masih menjabat sebagai anggota kabinet pada era Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, besarnya aset negara baru terlihat setelah dilakukan penataan dan konsolidasi melalui Danantara.
Ia juga mengungkapkan keterkejutannya saat menerima laporan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai 1.077 entitas.
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding perkiraannya yang hanya sekitar 300 hingga 350 perusahaan.
Ia menjelaskan, banyak BUMN memiliki anak usaha, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan.
Kondisi itu membuat struktur perusahaan negara menjadi sangat besar dan kompleks.
Baca Juga: Sidang Kabinet Digelar Prabowo, Bahas Evaluasi Program
Karena itu, Danantara menjalankan program konsolidasi untuk menyederhanakan struktur BUMN.
Dalam 18 bulan pertama, lembaga tersebut disebut telah menutup, menggabungkan, dan mengonsolidasikan 250 BUMN.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi maksimal 350 entitas pada akhir 2026.
Danantara Indonesia sendiri dibentuk pada Februari 2025 sebagai badan pengelola investasi negara. Lembaga ini dipimpin oleh Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO), Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO), serta Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO).

[…] Prabowo Sebut Danantara Jadi Prestasi Bersejarah RI […]