Purbaya Tunggu Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang pada akhir pekan ini.
Pertemuan tersebut akan membahas efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengaku belum bisa memastikan besaran pemangkasan anggaran yang sedang dibahas pemerintah.
Menurut dia, keputusan terkait angka final masih menunggu hasil pertemuan dengan pimpinan BGN.
“Untuk BGN masih tunggu Ketua BGN kalau ga salah Kamis-Jumat mau ketemu beliau. Mengenai Rp 170 (triliun) apa segala macam masih tunggu,” ungkap Purbaya usai paparan APBN KiTA, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Bahlil Sebut Harga Pertamax Bisa Turun bila Minyak Dunia Melemah
Sebelumnya, BGN memastikan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak lagi sebesar Rp268 triliun.
Angka tersebut akan turun seiring upaya perbaikan tata kelola program.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihaknya belum bisa mengungkapkan angka terbaru.
Namun, ia memastikan anggaran yang dibutuhkan sudah jauh lebih rendah dibandingkan rencana awal.
“Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas tidak Rp268 triliun, sudah jauh berkurang. Tapi angkanya karena saya masih berjalan proses, saya belum bisa sebutkan ya,” papar Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut dia, penurunan anggaran dilakukan bersamaan dengan pembenahan tata kelola. Pemerintah juga tengah mencari skema yang lebih adil dan efisien dalam pelaksanaan program.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk menyusun solusi efisiensi.
Salah satu yang dievaluasi adalah anggaran per porsi makanan yang selama ini disamaratakan Rp15.000 di seluruh daerah.
Padahal, harga bahan pangan di setiap wilayah berbeda. Karena itu, pemerintah menilai perlu ada penyesuaian agar anggaran lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Prabowo Bingung MBG Dikritik, Kebocoran Triliunan Sepi Sorotan
Selain itu, BGN juga melakukan penataan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini mencakup pengecekan titik layanan yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan.
BGN juga menyusun basis data penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih terukur dan akuntabel.
“Yang jelas kami tidak ingin mengikuti yang lama itu ya, maksudnya pokoknya ada titik di sini deh, titik yang sekarang sudah terlanjur 27.469 itu kami rapikan. Yang dalam proses pembangunan yang sudah dapat kata orang centang biru itu 13.000-an yang dibangun BGN. Itu kami rapikan betul-betul,” pungkas dia.
