Netanyahu Serang Wali Kota NYC, Polemik Penangkapan ICC
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan kritik keras terhadap Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, setelah sang wali kota menyerukan penangkapan Netanyahu apabila dirinya datang ke kota tersebut untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Netanyahu menilai pernyataan Mamdani telah memicu perpecahan dan kebencian terhadap kelompok tertentu. Ia menegaskan tetap akan menghadiri agenda PBB di New York pada September mendatang meski mendapat penolakan dari wali kota setempat.
Mengutip laporan The Guardian, Senin (27/7/2026), Netanyahu menyatakan tidak akan membatalkan rencana kunjungannya ke Amerika Serikat untuk menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin dunia.
Baca Juga : Sebut Klaim AS Rekayasa, Iran Bantah Adanya Negosiasi
“Dia seharusnya menjadi wali kota bagi seluruh warga New York, umat Yahudi, Kristen, Muslim, dan siapa saja. Namun, dia justru mencoba memecah belah dan memusuhi satu kelompok terhadap kelompok lainnya,” tegas PM Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara di program Sunday Morning Futures Fox News bersama Maria Bartiromo.
Mamdani Dorong Penangkapan Netanyahu Berdasarkan Surat ICC
Sebelumnya, Zohran Mamdani mengatakan pemerintah kota New York memang tidak memiliki kewenangan hukum langsung untuk menjalankan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Namun, ia mendesak pemerintah federal Amerika Serikat untuk mengambil langkah terkait surat penangkapan tersebut apabila Netanyahu memasuki wilayah New York.
Kantor Wali Kota New York hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan Netanyahu yang menyebut Mamdani menyebarkan kebencian.
Nama Netanyahu sendiri menjadi salah satu figur paling kontroversial akibat perang Gaza yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Konflik tersebut kemudian berkembang dengan keterlibatan Israel dalam perang melawan Iran dan operasi militer di Lebanon selatan.
Netanyahu Bantah Tuduhan Kejahatan Perang ICC
Netanyahu secara tegas menolak tuduhan kejahatan perang yang diarahkan kepadanya oleh Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag.
Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan menilai surat penangkapan ICC merupakan upaya pengalihan isu. Netanyahu juga menyoroti persoalan hukum yang melibatkan jaksa utama ICC yang telah dicopot dari jabatannya.
Sebelumnya, ICC menuduh Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Israel, serta mendiang pemimpin Hamas melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebut lebih dari 73.000 orang meninggal akibat operasi militer Israel di Gaza, dengan sekitar setengah dari korban merupakan perempuan dan anak-anak. Sementara serangan Hamas pada Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang, mayoritas warga sipil.
Netanyahu Khawatir Dukungan AS terhadap Israel Terbelah
Selain membantah tuduhan ICC, Netanyahu juga menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi melemahnya dukungan politik bipartisan Amerika Serikat terhadap Israel.
Menurutnya, perpecahan di Partai Demokrat akibat munculnya kelompok progresif yang mendukung pandangan seperti kubu Mamdani menjadi salah satu faktor yang mengancam dukungan tersebut.
Netanyahu juga memperingatkan meningkatnya antisemitisme di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Ia mengatakan komunitas Yahudi di New York City merasa semakin tidak aman akibat situasi politik saat ini.
Mamdani Tegaskan Netanyahu Tidak Disambut di New York
Dalam kampanye pemilihan wali kota 2025, Mamdani telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu terkait perang Gaza.
Ia menegaskan New York tidak menyambut Netanyahu maupun pihak yang dianggap sebagai pelaku kejahatan perang.
“Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas, Benjamin Netanyahu tidak disambut di New York City, begitu pula penjahat perang lainnya yang masih berkeliaran,” tegas Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pesan videonya.
“Saya memahami frustrasi warga New York, dan ekspresi protes merupakan sesuatu yang akan selalu dihormati oleh kota ini,” lanjut Mamdani menanggapi penolakan warga atas kedatangan Netanyahu.
Trump Beri Jaminan Netanyahu Tidak Akan Ditangkap di AS
Menanggapi ketegangan tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan jaminan keamanan kepada Netanyahu melalui unggahan di media sosial.
Baca Juga : Iran Bahas Selat Hormuz dengan Oman, AS Tidak Terlibat
Trump memastikan Netanyahu tidak akan ditangkap dalam kondisi apa pun selama berada di wilayah hukum Amerika Serikat.
Netanyahu dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington DC untuk bertemu Trump sekaligus menghadiri pemakaman Senator Republik Lindsey Graham yang meninggal dunia pada 11 Juli akibat dugaan robeknya pembuluh darah aorta.

[…] Netanyahu Serang Wali Kota NYC, Polemik Penangkapan ICC […]