Sudaryono Janji Benahi BGN, Siap Terima Kritik Publik
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78B Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Dalam prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan, Sudaryono mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” papar Prabowo yang diikuti Sudaryono.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjut dia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Sudaryono dipilih karena telah memahami konsep program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal.
Menurut dia, pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian membuatnya terlibat dalam penyusunan konsep dan pelaksanaan program yang berkaitan erat dengan penyediaan bahan pangan untuk MBG.
Baca Juga: Bahlil Dipanggil Prabowo, Bahas Listrik Desa dan Hilirisasi
Prioritaskan Pembenahan Tata Kelola BGN
Usai dilantik, Sudaryono langsung menegaskan pembenahan tata kelola BGN menjadi prioritas utamanya.
Ia meminta pegawai yang tidak siap mengikuti perubahan untuk mengajukan pindah atau kembali ke instansi asal.
“Kalau merasa berat, beberapa orang di posisi tertentu boleh mengajukan surat, misalnya mau kembali ke instansi lain atau mau pindah. Saya persilakan. Karena kita ingin gerak cepat, efektif, efisien,” papar Sudaryono.
Ia juga mengaku telah menerima banyak masukan mengenai pelaksanaan program MBG. Masukan tersebut diperoleh sejak masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian hingga dari berbagai pihak di daerah.
“Semuanya sudah saya catat. Tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan juga menerima masukan dari eksternal,” ujar dia.
Siap Menerima Kritik demi Perbaikan Program MBG
Sudaryono menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak demi memperbaiki tata kelola MBG.
“Saya tentu saja mendengarkan inputan masukan dari semua stakeholder. Dari mulai internal kita, dari mulai mitra, dari mulai siapapun itu, untuk supaya tata kelola ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Sudaryono.
Namun, ia menilai seruan untuk menghentikan atau membubarkan program MBG bukan termasuk bentuk kritik.
“Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan, misalnya hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo,” terang dia.
Menurut Sudaryono, tugas BGN adalah memastikan anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh asupan gizi yang baik dan aman.
“Untuk memberikan efek positif terhadap rekomendasi khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada mereka,” tutur dia.
“Sekali lagi, kami mendengarkan, I’m listening, we are listening,” lanjut dia.
Minta Pegawai Hadapi Masalah dan Dukung Penegakan Hukum
Sudaryono juga menginstruksikan seluruh jajarannya agar tidak menghindari persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.
“We have to run into the problem. Kita harus mau menyelesaikan persoalan. Tidak boleh kita lari dari masalah,” tegas Sudaryono.
Ia pun memastikan seluruh proses hukum yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di lingkungan BGN akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Maka saya ingin yang urusan hukum adalah urusannya penegak hukum,” ucap dia.
Sudaryono juga menambahkan BGN akan mendukung penuh proses investigasi, penyelidikan, maupun penyidikan jika ada pegawai yang terlibat pelanggaran.
“Kita menyerahkan sepenuhnya investigasi, sepenuhnya penyelidikan dan penyidikan kepada penegak hukum yang sedang menegakkan hukum terkait tata kelola yang kemarin kita hadapi,” kata dia.
Baca Juga: KSSK Diminta Prabowo Perkuat Koordinasi setelah Perry Mundur
Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus dan Buka Ruang Aspirasi
Sudaryono juga mengingatkan masyarakat agar melaporkan jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta imbalan atau menawarkan kemudahan tertentu.
“Saya sebagai kepala ini kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa barangkali dengan imbalan ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai saya pastikan itu tidak benar,” jelas Sudaryono.
Ia menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada keluarga, sahabat, maupun kerabat dalam urusan pekerjaan.
“Minta maaf mungkin barangkali saya tidak atau tidak kemudian memberikan atensi khusus atau tidak memberikan apa semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan,” tambah dia.
Menurut Sudaryono, seluruh keputusan harus diambil secara terbuka dan melalui mekanisme yang berlaku.
“Jadi kita bukan lagi trust in person kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan,” tuturnya.
Ia pun memastikan BGN akan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun gagasan.
“Kalau barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru, kami siap menerima masukan dan menjadikannya bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan,” ujar dia.
Sudaryono menegaskan program MBG tidak dapat dijalankan hanya oleh satu orang sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Kami bukanlah Superman. Tentu saja tidak mungkin saya menyelesaikan persoalan atau program ini sendirian. Kami bersama semua tim, baik yang aktif maupun seluruh stakeholder, ingin lebih banyak mendengar dan lebih banyak menerima masukan dari semua pihak,” kata dia.
Ia menilai peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan program jangka panjang yang membutuhkan komitmen bersama.
“Ini adalah program besar, program jangka panjang, dan saya siap mendengar semua aspirasi untuk kami pertimbangkan dalam mengambil keputusan,” pungkas dia.
