Korut Kembali Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang
Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal balistik ke arah perairan timur Semenanjung Korea pada Rabu (12/8/2026).
Militer Korea Selatan menyebut rudal tersebut diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan rudal diluncurkan dari wilayah Wonsan sekitar pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 21.00 GMT pada Selasa.
Baca Juga: Atas Korban Konflik, Trump Balik Tuntut Kompensasi dari Iran
Setelah peluncuran terdeteksi, militer Korea Selatan meningkatkan pengawasan dan mempertahankan kesiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peluncuran rudal tambahan.
“Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kesiagaan, sembari berbagi informasi secara erat dengan Amerika Serikat dan Jepang,” kata JCS dalam keterangannya, seperti dikutip Reuters.
Peluncuran rudal terbaru Korut tersebut berlangsung menjelang latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 17-27 Agustus 2026.
Latihan berskala besar itu digelar sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan kemampuan nuklir dan persenjataan Korea Utara.
Namun, Pyongyang selama ini mengecam latihan gabungan Seoul dan Washington tersebut sebagai tindakan provokatif.
Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah media pemerintah Korea Utara pada Selasa (11/8/2026) mengecam buku putih pertahanan terbaru Jepang.
Pyongyang menilai dokumen tersebut sebagai upaya untuk menghidupkan kembali militerisme Jepang.
Baca Juga: Investasi Swasta di IKN Tembus Rp74,5 Triliun, Fantastis!
Korea Utara juga menuding Tokyo menggunakan gambaran yang dinilai tidak berdasar mengenai Korut sebagai ancaman keamanan untuk membenarkan peningkatan kemampuan militernya.
Peluncuran rudal pada Rabu menambah daftar uji coba persenjataan yang dilakukan Korea Utara sepanjang 2026.
Pengujian tersebut mencakup rudal balistik jarak pendek, roket artileri, dan sejumlah senjata taktis lainnya.
Pekan lalu, militer Korea Selatan juga melaporkan Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak pendek ke arah laut.
Serangkaian peluncuran tersebut menunjukkan Pyongyang masih melanjutkan pengembangan dan pengujian kemampuan rudalnya di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Semenanjung Korea.
