Danantara Bakal Setor Untung ke APBN, Ini Rencananya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sebagian keuntungan Danantara Indonesia nantinya direncanakan menjadi sumber cadangan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rencana tersebut disebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini muncul setelah pengelolaan seluruh perusahaan pelat merah dialihkan kepada Danantara sebagai konsekuensi perubahan Undang-Undang BUMN.
Sebelumnya, dividen dari badan usaha milik negara (BUMN) masuk ke APBN melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). Setelah pengalihan pengelolaan BUMN ke Danantara, mekanisme tersebut ikut mengalami perubahan.
Baca Juga : Nilai Pasar Modal RI Ribuan Triliun, Ini PR Airlangga
“Danantara kan menghasilkan juga keuntungan. Presiden merencanakan sebagian keuntungan sebagai cadangan untuk APBN,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).
Meski demikian, Purbaya belum menjelaskan secara rinci mengenai besaran maupun mekanisme penyetoran keuntungan Danantara ke pemerintah. Ia mengatakan pembahasan terkait rencana tersebut masih berlangsung bersama pihak Danantara.
Purbaya juga menegaskan bahwa gagasan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menjadi keputusan final. Kendati demikian, ia memastikan Danantara ke depan tetap akan memberikan kontribusi kepada negara melalui pendapatan pemerintah.
“Nanti masih dibicarakan, nanti kami lihat, itu baru ide. Jadi kontribusi Danantara ke saya yang saya tahu seperti itu,” imbuhnya.
Belum diketahui pula apakah dana yang nantinya menjadi cadangan fiskal tersebut akan kembali dicatat sebagai PNBP KND atau menggunakan mekanisme lain.
Pendapatan Danantara Diklaim Naik 400%
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan mengenai peningkatan pendapatan Danantara hingga sekitar 400% selama satu tahun beroperasi.
“Saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400% kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam peluncuran 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga : PFII Bisa Tarik Investasi Asing Rp 500T, Purbaya Ungkap Strateginya
Prabowo mengatakan angka tersebut masih perlu diverifikasi melalui proses audit. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kenaikan yang lebih rendah, misalnya 200%-300%, pertumbuhan tersebut tetap tergolong signifikan dalam satu tahun.
Namun, laporan keuangan konsolidasian Danantara untuk Tahun Buku 2025 hingga kini belum dipublikasikan kepada masyarakat. Akibatnya, sumber serta komponen yang menjadi dasar klaim kenaikan pendapatan tersebut belum dapat diketahui secara menyeluruh melalui laporan keuangan resmi.
