Putra Netanyahu Dievakuasi dari AS, Iran Jadi Ancaman
Putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, terpaksa meninggalkan Amerika Serikat (AS) dan kembali ke Israel secara darurat. Evakuasi tersebut dilakukan setelah muncul ancaman serius terhadap keselamatannya yang diduga berkaitan dengan Iran.
Mengutip Al Jazeera, Senin (31/8/2026), keputusan untuk mengevakuasi Yair diambil setelah badan keamanan domestik Israel, Shin Bet, melakukan penilaian risiko secara menyeluruh. Lembaga tersebut menyebut terdapat potensi ancaman yang cukup serius terhadap putra Netanyahu.
“Ada ancaman signifikan untuk membahayakan Yair, dan mengingat hal ini serta setelah melakukan penilaian, sebuah keputusan dibuat untuk segera mengevakuasinya bersama dengan tim keamanannya dan mengembalikannya ke Israel,” papar Shin Bet.
Baca Juga : Turki-Saudi-Pakistan Perkuat Pertahanan Lewat Pakta Mekkah
Shin Bet tidak menjelaskan secara detail siapa yang berada di balik ancaman tersebut. Namun, laporan media AS Newsmax pada awal pekan menyebut Yair pernah menjadi sasaran dugaan rencana pembunuhan oleh Iran pada Desember tahun lalu ketika dirinya masih menetap di Florida.
Intelijen Israel Beri Tahu AS soal Ancaman Yair
Menurut laporan tersebut, badan intelijen Israel langsung berkoordinasi dengan otoritas AS setelah mengetahui adanya dugaan rencana untuk membunuh Yair.
Informasi mengenai ancaman itu kemudian mencuat ke publik setelah Benjamin Netanyahu membicarakannya secara terbuka dalam wawancara dengan Channel 14 Israel.
“Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, menghabisi salah satu putra saya,” tegasnya.
Yair diketahui mendapat pengawalan ketat dari tim keamanan Israel. Setelah ancaman tersebut dinilai serius, ia diperintahkan segera meninggalkan lokasi dan kembali ke Israel.
Proses evakuasi bahkan dilakukan secara cepat. Yair dilaporkan tidak sempat membawa sejumlah barang pribadinya sebelum diterbangkan kembali ke Israel bersama tim pengamannya.
Gaya Hidup Yair Netanyahu Jadi Sorotan
Di tengah kabar evakuasi tersebut, kehidupan pribadi Yair juga kembali menjadi perhatian publik Israel.
Sebelumnya, The Times of Israel menyoroti gaya hidup Yair yang disebut kerap menikmati kehidupan mewah. Pengamanan khusus yang diberikan kepadanya dan dibiayai negara juga beberapa kali menuai kritik dari masyarakat.
Baca Juga : Iran Serang Pangkalan AS di Yordania, Klaim Balas Israel
Kritik semakin besar karena Yair tetap berada di AS setelah konflik Israel meningkat sejak 7 Oktober 2023. Sebagian warga Israel mempertanyakan keputusan tersebut ketika pada saat yang sama ratusan ribu tentara cadangan Israel harus dikerahkan ke medan perang.
Yair sendiri dikenal sebagai aktivis sayap kanan sekaligus podcaster. Ia kerap menggunakan media sosial untuk menyampaikan kritik terhadap lawan politik ayahnya, para pengkritik pemerintah, maupun jurnalis.
Evakuasi terbaru ini kembali menempatkan keamanan keluarga Netanyahu dalam sorotan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.
