Trump Rayu Perusahaan Kanada Pindah ke AS, Bebas Tarif
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta perusahaan-perusahaan Kanada yang menjalankan bisnis dengan AS untuk memindahkan operasional mereka ke wilayah Amerika Serikat.
Trump menyampaikan ajakan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (30/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Ottawa.
Dalam pernyataannya, Trump kembali membela kebijakan tarif yang diterapkannya. Ia mengeklaim kebijakan tersebut telah memperkuat industri manufaktur AS, khususnya sektor otomotif.
Trump mengatakan kebijakan tarif telah membantu mempertahankan aktivitas produksi kendaraan di Amerika. Ia mencontohkan perusahaan otomotif Ford yang menurutnya sempat berencana menutup salah satu pabrik besarnya di Detroit sebelum akhirnya kembali berkembang.
Menurut Trump, pabrik tersebut kini beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan, serta menjadi salah satu fasilitas produksi mobil paling menguntungkan di dunia.
“Ada banyak contoh lainnya, baik untuk Ford, General Motors, maupun perusahaan lainnya. Saya telah menghidupkan kembali, dan bahkan menyelamatkan, bisnis otomotif di Amerika. Itu karena apa yang telah saya lakukan dengan TARIF,” tulis Trump, seperti dikutip Fox News.
Baca Juga: Rudal Balik Menggempur, AS-Iran Kembali Saling Serang
Trump Kritik Kanada dan Tawarkan Insentif Bebas Tarif
Setelah membahas industri otomotif AS, Trump kemudian mengarahkan kritiknya kepada Kanada. Ia menyebut Kanada sebagai salah satu negara yang paling merugikan hubungan perdagangan dengan AS.
“Salah satu pelaku terburuk adalah Kanada. Saya tidak menginginkan mobil Kanada, saya tidak menginginkan suku cadang Kanada, saya tidak menginginkan apa pun dari Kanada. Mereka telah merugikan kita selama puluhan tahun, dan itu akan dihentikan,” tulis Trump.
Trump juga membandingkan persoalan perdagangan dengan Kanada dengan kebijakan AS terhadap Iran. Menurutnya, masalah tersebut seharusnya telah diselesaikan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh presiden-presiden lainnya, sama seperti menghentikan Iran yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama,” lanjut Trump.
Ia juga menyinggung keinginan Kanada untuk mendapatkan perlakuan khusus dari AS.
“Mereka ingin diperlakukan seperti sebuah negara bagian, tetapi mereka bukan salah satunya. Saya berurusan dengan para pemimpin banyak negara, tetapi saya menemukan Kanada sebagai yang terburuk. Mereka tidak lagi berhak!” tulisnya.
Tidak lama setelah itu, Trump kembali menyampaikan pesan kepada perusahaan Kanada yang memiliki aktivitas bisnis di AS. Ia meminta perusahaan tersebut memindahkan operasionalnya ke Amerika Serikat dengan imbalan tidak dikenakan tarif.
Baca Juga: Xi Jinping dan Putin Bertemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS ke Iran?
“Biarkan semua perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera. Banyak dari mereka adalah perusahaan yang pindah bertahun-tahun lalu karena kepemimpinan AS yang bodoh. Ketika mereka kembali, tidak ada TARIF!” tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan dagang AS dan Kanada kembali memanas. Pemerintah AS sebelumnya memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada sejak 22 Agustus setelah negosiasi perdagangan kedua negara tidak mencapai kesepakatan.
Kanada kemudian merespons dengan menyiapkan tarif balasan terhadap sejumlah produk asal AS yang dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September.
