Menkeu AS Desak Jepang Naikkan Suku Bunga, Ada Apa?
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, dilaporkan mendorong Jepang untuk menaikkan suku bunga sebagai langkah berikutnya dalam menghadapi tekanan terhadap nilai tukar yen.
Hal tersebut disampaikan Bessent kepada Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda dalam pertemuan di sela-sela agenda G20 di North Carolina. Laporan tersebut disampaikan NHK dengan mengutip seorang pejabat AS.
Pertemuan berlangsung menjelang rapat kebijakan BoJ pada 17-18 September. Pasar kini semakin memperkirakan bank sentral Jepang akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Sebelumnya, Bessent mengatakan dirinya berharap BoJ akan mengambil langkah yang tepat terkait kebijakan moneternya. Meski demikian, ia menegaskan tidak bermaksud mengatur keputusan bank sentral Jepang.
Baca Juga : Iran Sebut Kapal Tanker Terkena 2 Ranjau di Hormuz
“Saya tidak akan mendikte apa yang harus mereka lakukan,” ujar Bessent pada Minggu.
Ia juga menilai era Abenomics, kebijakan reflasi yang dikaitkan dengan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kemungkinan telah memasuki tahap akhir.
“Saya berpendapat bahwa kita mungkin sudah sampai di penghujung era Abenomics, yang merupakan program reflasi.”
Yen Tembus 160 per Dolar AS
Dorongan Bessent muncul setelah nilai tukar yen menembus level 160 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak Jepang melakukan intervensi pasar sebulan sebelumnya untuk menopang mata uang tersebut.
Amerika Serikat turut terlibat dalam koordinasi dengan Jepang dalam upaya menopang yen. Langkah tersebut menjadi intervensi terkoordinasi pertama AS dan Jepang untuk mendukung mata uang Jepang sejak 1998.
Setelah pernyataan Bessent, yen sempat menguat tipis dan diperdagangkan di sekitar 159,80 per dolar AS pada Senin pagi hingga menjelang siang waktu Tokyo.
Bessent dan Katayama sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa kedua negara siap kembali melakukan intervensi pasar apabila diperlukan.
Selama setahun terakhir, Bessent berulang kali mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga BoJ merupakan pilihan yang lebih diharapkan untuk membantu memperkuat yen dibandingkan melakukan intervensi pasar secara berulang.
Intervensi Yen Capai Rekor
Tekanan terhadap yen telah membuat pemerintah Jepang mengambil langkah intervensi dalam jumlah besar. Kementerian Keuangan Jepang mengumumkan intervensi selama sebulan terakhir mencapai rekor ¥15,4 triliun atau sekitar US$96,4 miliar.
Baca Juga : Putra Netanyahu Dievakuasi Darurat dari AS, Iran Jadi Ancaman
Sementara itu, AS belum mengungkapkan jumlah yen yang dibelinya dalam operasi tersebut. Namun, nilainya diperkirakan jauh lebih kecil dibandingkan intervensi Jepang.
Keterlibatan AS dalam upaya menopang yen juga mendapat kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat. Bessent membela kebijakan tersebut dengan mengatakan volatilitas ekstrem yen dapat memberikan dampak terhadap tingkat suku bunga AS.
Di tengah kondisi tersebut, ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada September semakin menguat. Data overnight swaps pada Senin pagi menunjukkan peluang kenaikan suku bunga dalam rapat September mencapai 88 persen.
