Media Asing Soroti Prabowo Ganti Purbaya dengan Suahasil
Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada Senin (14/9/2026).
Pergantian tersebut mendapat sorotan dari sejumlah media asing.
Reuters melalui artikel berjudul “Indonesia’s president replaces finance minister with deputy, official says” menyoroti kedatangan Suahasil ke Istana Negara untuk mengikuti prosesi pelantikan.
Adapun Suahasil datang bersama sejumlah pejabat senior pada Senin siang.
Sementara itu, Purbaya terlihat meninggalkan rapat dengar pendapat bersama parlemen sebelum agenda tersebut selesai.
“Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memecat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk wakilnya Suahasil Nazara sebagai penggantinya, kata kantor kepresidenan pada hari Senin,” tulis Reuters.
“Suahasil Nazara, wakil menteri keuangan sejak 2019, termasuk di antara pejabat senior yang tiba di istana negara untuk upacara pelantikan, sementara Purbaya, 61 tahun, sebelumnya terlihat keluar di tengah sidang parlemen,” tegasnya.
Baca Juga: Pasar Diguncang Kabar Reshuffle Kabinet, IHSG Mulai Pulih
Masa Jabatan Purbaya Disorot
Reuters juga mencatat bahwa pencopotan Purbaya terjadi hanya beberapa hari sebelum genap satu tahun dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Diketahui, Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025.
Saat itu, Prabowo disebut tengah mendorong kebijakan yang lebih agresif untuk pertumbuhan ekonomi dibandingkan pendekatan kehati-hatian fiskal.
“Dia tidak segera menanggapi permintaan komentar,” tulis Reuters terkait upaya meminta tanggapan Purbaya.
Reuters juga menyoroti sejumlah tantangan ekonomi selama masa jabatan Purbaya.
“Masa jabatan Purbaya ditandai dengan sejumlah guncangan ekonomi, termasuk anjloknya mata uang rupiah dan defisit fiskal yang membengkak. Kebijakannya untuk menyuntikkan likuiditas cepat ke bank-bank untuk memacu pertumbuhan juga menciptakan perselisihan dengan bank sentral,” tambahnya.
“Dua lembaga pemeringkat menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari positif menjadi negatif tahun ini, dengan alasan ketidakpastian kebijakan dan rencana belanja fiskal, sehingga melemahkan sentimen terhadap perekonomian G20 yang bernilai US$1,4 triliun,” muat Reuters.
Media tersebut juga mengulas kontroversi terkait rencana transfer keuntungan Danantara kepada pemerintah.
“Kontroversi terbaru seputar Purbaya adalah pengumuman mendadak bahwa dana kekayaan negara Danantara Indonesia akan mentransfer 120 triliun rupiah keuntungannya kepada pemerintah untuk membantu memenuhi target defisit fiskal tahun ini. Ketua Danantara kemudian mengatakan rencana tersebut tidak dibicarakan,” tulis Reuters.
Baca Juga: Kabinet Prabowo Gibran Reshuffle Enam Kali, Ini Daftarnya
Suahasil Dinilai Bisa Beri Sentimen Positif
Sorotan serupa datang dari media Singapura, yaitu The Business Times.
Dalam artikel berjudul “Indonesia sacks finance minister Purbaya, replaces him with deputy Suahasil”, media tersebut menyebut Suahasil sebagai seorang teknokrat berusia 55 tahun.
Pergantian tersebut disebut terjadi di tengah ketegangan dalam pemerintahan terkait kebijakan fiskal.
“Sebuah sumber mengatakan kepada The Business Times bahwa perubahan tersebut terjadi di tengah ketegangan dalam pemerintahan terkait kebijakan fiskal, termasuk pembahasan mengenai pemindahan dan penempatan dana negara antara lembaga pengelola dana abadi negara (sovereign wealth fund) Danantara dan kementerian keuangan,” jelas laman tersebut.
The Business Times juga mengutip pandangan analis mengenai penunjukan Suahasil.
Menurut analis, penunjukan tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar.
Hal itu tidak lepas dari pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan dan keterlibatannya dalam merancang strategi fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
“Kami meyakini penunjukan Suahasil sebagai menteri keuangan yang baru akan disambut positif oleh pasar. Pengalamannya yang luas dalam kebijakan fiskal dan pengelolaan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap keberlanjutan pengelolaan fiskal yang prudent (hati-hati),” ujar salah satu pendiri Alphagate Capital, Henry Wibowo, dimuat laman tersebut.

[…] Media Asing Soroti Prabowo Ganti Purbaya dengan Suahasil […]