IRGC Sebut AS Tak Berani Akui Kekalahan dalam Perang
Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, menyebut Amerika Serikat (AS) tidak memiliki keberanian untuk mengakui kekalahan dalam perang.
Menurut Mohebbi, kekalahan AS dalam perang tersebut merupakan kekalahan yang bersejarah sekaligus memalukan.
“Amerika Serikat telah kalah dalam perang ini, dan kekalahannya merupakan kekalahan yang bersejarah sekaligus memalukan, namun mereka tidak memiliki keberanian untuk mengakui dan menerima kekalahan tersebut,” ujarnya dalam komentar yang dilansir media setempat, dikutip dari RT.
Baca Juga: Moskow Ancam Balas Kyiv, Rusia Diserang 1.600 Drone
IRGC Klaim AS Gagal Buka Kembali Selat Hormuz
Mohebbi menyebut salah satu tanda kekalahan AS adalah kegagalan Washington membuka kembali Selat Hormuz.
Selat tersebut ditutup Iran sebagai respons terhadap perang gabungan AS-Israel.
Menurut Mohebbi, AS telah mengerahkan seluruh kemampuannya, tetapi tetap “tidak mampu” membuka kembali jalur perairan tersebut.
Ia juga menilai pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut kini menjadi beban bagi Washington.
Investasi yang sebelumnya dilakukan untuk menjamin keamanan, kata dia, justru “berbalik menjadi ancaman keamanan” setelah pangkalan-pangkalan tersebut diserang Iran.
Mohebbi juga mengklaim rudal Iran telah menghantam sejumlah pusat intelijen AS di sekitar kawasan Teluk dan Irak utara.
Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas-fasilitas AS itu tidak berada di luar jangkauan Iran.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “kekalahan intelijen yang besar” bagi AS.
Mohebbi kemudian memperingatkan bahwa Iran akan melakukan “perubahan signifikan” dalam operasi pertahanan dan serangan balasan jika AS kembali melancarkan serangan.
“Perubahan tersebut mencakup pergeseran peta wilayah perang, serta perubahan jenis senjata dan peralatan militer,” ungkapnya kepada media setempat.
“Kami akan mengerahkan senjata baru dengan kemampuan baru ke medan perang, dan dunia akan dibuat takjub.”
Baca Juga: BGN Ungkap Keamanan Pangan Jadi Prioritas MBG
Ia menambahkan bahwa Iran juga telah menyiapkan sasaran baru dalam menghadapi kemungkinan serangan berikutnya.
“Target-target kami pun tidak lagi sama persis dengan target-target sebelumnya. Kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang.”
Selain itu, IRGC menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak atau drone MQ-1 milik AS di atas Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Iran, IRGC menyebut AS sebenarnya telah memensiunkan drone MQ-1 tersebut.
Namun, menurut IRGC, AS terpaksa mengoperasikannya kembali setelah kehilangan banyak drone MQ-9 yang lebih canggih.
“Kedua jenis tersebut sedang diburu secara intensif oleh sistem pertahanan udara baru IRGC,” demikian disebutkan.
Angkatan Udara AS sendiri telah memensiunkan varian MQ-1 Predator pada 2018.
