Mamdani Kecam Pidato Netanyahu di PBB, Singgung ICC
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, kembali mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah pidatonya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Mamdani menilai Netanyahu kembali menyampaikan pernyataan yang menurutnya tidak benar mengenai perang Israel di Gaza.
Kritik tersebut muncul setelah Netanyahu memanfaatkan forum UNGA untuk membela tindakan Israel sekaligus merespons berbagai kritik terhadap pemerintahannya. Dalam pidatonya, Netanyahu juga secara khusus menyebut Mamdani yang sebelumnya menentang kedatangannya ke New York.
Mamdani juga kembali menyoroti surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mamdani Sebut Pidato Netanyahu Penuh Kebohongan
Mamdani menanggapi langsung pernyataan Netanyahu di hadapan UNGA. Ia menilai pemimpin Israel tersebut kembali menggunakan narasi yang sama ketika membahas konflik di Gaza.
Baca Juga : Presiden Iran Sebut Negaranya Korban Terorisme, AS Walk Out
“Seperti yang telah dilakukannya berulang kali, Perdana Menteri Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang dimaksudkan untuk membersihkan genosidanya terhadap warga Palestina,” kata Mamdani, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah Netanyahu menuding para pengkritik Israel menyebarkan informasi yang tidak benar. Dalam pidatonya, Netanyahu juga secara langsung menyampaikan kritik kepada Mamdani.
“Tuan Mamdani, Anda mencoba menghentikan saya datang ke sini. Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak bisa membungkam saya,” ujar Netanyahu dalam pidatonya.
Sebelumnya, Mamdani memang telah menyatakan keberatannya atas rencana kedatangan Netanyahu ke New York. Ia bahkan sempat menyatakan akan mendorong penangkapan Netanyahu apabila pemimpin Israel tersebut datang ke kota itu.
Namun, kewenangan untuk menjalankan surat perintah penangkapan ICC tidak berada pada pemerintah kota New York. Mamdani sebelumnya mengakui bahwa persoalan tersebut berada di ranah pemerintah federal AS.
Mamdani Kembali Soroti Surat Perintah ICC
Dalam respons terbarunya, Mamdani kembali membawa isu surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu. Menurutnya, pidato Netanyahu di PBB tidak mengubah status hukum yang diberikan pengadilan internasional tersebut.
“Namun, tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa dia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional yang mendakwanya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Mamdani.
ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024. Perintah tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan selama konflik Israel-Hamas di Gaza. Israel dan Netanyahu membantah tuduhan yang diajukan ICC.
Isu tersebut kembali menjadi sorotan ketika Netanyahu hadir langsung di New York untuk menghadiri UNGA meski masih menjadi subjek surat perintah penangkapan ICC.
Mamdani sebelumnya juga meminta pemerintah federal AS untuk menegakkan surat perintah tersebut ketika Netanyahu berada di Amerika Serikat. Di sisi lain, ia mengakui pemerintah kota New York tidak memiliki yurisdiksi untuk melaksanakan perintah ICC.
Netanyahu Bela Israel di Hadapan UNGA
Dalam pidatonya, Netanyahu membela tindakan Israel sekaligus menanggapi kritik yang muncul terkait perang di Gaza. Ia juga kembali menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina.
Baca Juga : Rubio Buka Suara Undangan Trump ke Putin Hadiri KTT G20 di Miami
Netanyahu secara khusus menyebut Mamdani setelah wali kota New York itu sebelumnya menyatakan sikap terhadap kunjungannya. Netanyahu menuding Mamdani berusaha menghentikan kedatangannya dan membungkamnya.
“Kita akan menang. Kita tidak punya pilihan lain,” kata Netanyahu.
Netanyahu juga menggambarkan Israel sedang menghadapi perang di tujuh front. Ia menyebut Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon, Iran, kelompok Houthi di Yaman, serta milisi di Irak dalam daftar tersebut.
Pidato Netanyahu berlangsung di tengah aksi walkout sejumlah delegasi. Puluhan utusan meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu mulai berbicara, sementara delegasi Israel berdiri dan memberikan tepuk tangan.
Di luar kompleks PBB, demonstrasi yang menentang kebijakan Israel juga berlangsung. Para demonstran membawa sejumlah spanduk, termasuk seruan untuk menghentikan genosida. Lebih dari 100 orang dilaporkan ditangkap dalam rangkaian aksi protes di New York, termasuk aktor Susan Sarandon.
