4 Hasil Pertemuan Trump-Xi: Dagang hingga Taiwan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pada Kamis (24/9/2026).
Pertemuan kedua pemimpin tersebut membahas sejumlah isu penting yang memengaruhi hubungan AS dan China, mulai dari perdagangan hingga persaingan strategis kedua negara.
Mengutip Reuters, Jumat (25/9/2026), pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin yang menjadi perhatian, termasuk perpanjangan gencatan senjata perang dagang dan pembahasan mengenai Taiwan.
Selain itu, Xi kembali menyinggung risiko “Jebakan Thucydides” yang menggambarkan potensi konflik antara kekuatan yang sedang bangkit dan kekuatan yang telah mapan.
Berikut empat poin penting dari pertemuan Trump dan Xi.
1. Gencatan Senjata Perang Dagang Diperpanjang
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang sebelumnya akan berakhir pada November.
Perpanjangan tersebut berlaku selama dua bulan hingga 10 Januari 2027.
“Perpanjangan ini akan memberi kedua belah pihak lebih banyak waktu untuk melihat apa yang bisa kita lakukan di bidang ekonomi,” tuturnya.
Kesepakatan tersebut belum menyelesaikan sejumlah persoalan utama dalam hubungan dagang AS-China.
Isu yang masih akan dibahas meliputi tarif, kewajiban pembelian produk oleh China, pasokan mineral tanah jarang atau rare-earth, serta pembatasan teknologi.
Bessent mengatakan China telah memenuhi komitmen untuk membeli 25 juta ton kedelai, tetapi masih belum memenuhi janji pembelian produk pertanian lainnya senilai 17 miliar dollar AS atau sekitar Rp 302,6 triliun.
Pejabat AS juga menyebut pengiriman mineral tanah jarang dari China masih belum mencapai jumlah yang diharapkan.
Bagi perusahaan, kondisi tersebut membuat ketidakpastian kebijakan perdagangan masih berlanjut.
Tarif saat ini memang berada pada tingkat yang lebih rendah, tetapi perusahaan tetap harus mengambil keputusan bisnis di tengah kebijakan yang masih dapat berubah.
Trump dan Xi masih memiliki kesempatan untuk membahas kesepakatan permanen dalam dua pertemuan tingkat tinggi di Shenzhen dan Miami sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Netanyahu Ungkap Iran Pernah Coba Bunuh Putranya
2. Xi Tekankan Isu Sensitif Taiwan
Dalam pertemuan tersebut, Xi juga menekan Trump terkait persoalan Taiwan.
Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan bahwa Beijing berharap Washington menangani isu Taiwan dengan hati-hati untuk menciptakan landasan bagi kerja sama strategis kedua negara.
Dalam versi bahasa Inggris, Xinhua menyebut Xi berharap AS secara tegas “menentang” kemerdekaan Taiwan.
Pernyataan tersebut dinilai lebih keras dibandingkan posisi Washington selama ini yang menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai permintaan tersebut.
AS selama ini menjadi salah satu pendukung internasional utama Taiwan dan berdasarkan undang-undang berkewajiban menyediakan persenjataan untuk pertahanan Taiwan.
Trump sebelumnya sempat menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen tersebut ketika menyebut paket senjata untuk Taiwan senilai hingga 14 miliar dollar AS atau sekitar Rp 249,2 triliun sebagai “alat negosiasi”.
3. Ancaman “Jebakan Thucydides”
Xi juga kembali menyinggung istilah “Jebakan Thucydides” atau Thucydides Trap dalam pembicaraan dengan Trump.
Teori tersebut menggambarkan kecenderungan konflik antara kekuatan yang sedang bangkit dan kekuatan yang telah mapan.
Meski Xi meyakini risiko tersebut dapat diatasi, penyebutan teori itu menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai potensi konflik militer antara AS dan China.
Xi menilai kedua negara akan mendapatkan keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian jika memilih konfrontasi.
Ia juga menyerukan dialog militer secara berkala serta penguatan mekanisme untuk mencegah terjadinya krisis.
Sementara itu, Trump menekankan potensi kerja sama dengan mengingat kembali sejarah hubungan kedua negara.
Trump menyebut AS dan China dapat mencapai banyak hal dengan mengejar kepentingan bersama, termasuk dengan mengingat aliansi kedua negara pada masa perang ketika menghadapi Jepang.
Baca Juga: Prabowo Gebrak PLTS 100 GW, Impor Minyak Mau Disetop!
4. Trump Pamer Kemewahan Gedung Putih
Pertemuan Trump dan Xi juga menjadi kesempatan bagi Trump untuk menunjukkan perubahan Gedung Putih yang telah dilakukan pemerintahannya.
Sebagai bagian dari penyambutan Xi, pasukan dengan wig dan topi tiga sudut atau tri-corner berbaris serta memainkan musik di Rose Garden.
Area tersebut telah didesain ulang dengan tampilan yang disebut menyerupai klub golf milik Trump.
Jet tempur dan pesawat pengebom juga melintas di atas lokasi upacara.
Suara pesawat bahkan sempat membuat Trump tersentak.
Trump sebelumnya telah berulang kali berbicara mengenai keinginannya memiliki kewenangan lebih besar untuk mempercantik ibu kota AS menjelang kunjungan Xi.
Namun, sejumlah proyek seperti ruang dansa baru dan Reflecting Pool belum selesai.
Ketika awak media dipanggil, mereka juga diperlihatkan Marine One serta South Lawn yang telah didesain ulang dan dilengkapi helipad berlogo kepresidenan.
Saat ditanya mengenai kebijakan, Trump justru menanggapi dengan komentar mengenai selera Xi terhadap tampilan Gedung Putih.
“Ia menyukai granit yang bagus,” ungkap Trump merujuk pada Xi.
“Pertemuan yang luar biasa.”
