Mojtaba Khamenei Sebut AS Akan Terusir dari Timur Tengah
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan Amerika Serikat (AS) pada akhirnya akan dipaksa meninggalkan kawasan Timur Tengah setelah mengalami serangkaian pukulan yang menyakitkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba melalui pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Senin (28/9/2026). Ia diketahui belum tampil di hadapan publik sejak perang di Timur Tengah pecah pada akhir Februari.
Pernyataan Mojtaba muncul ketika upaya untuk kembali membuka jalur perundingan guna mengakhiri perang tengah berlangsung.
“Hari ini, setelah mengalami pukulan menyakitkan di tangan para pejuang pemberani dan para penjaga Selat Hormuz, mereka (para musuh) tidak berani melampaui Laut Arab,” kata Mojtaba, seperti dikutip AFP.
“Setiap kali mereka berani mengambil risiko ini, mereka hanya membawa kerugian bagi diri mereka sendiri. Tidak akan lama sebelum Laut Arab juga akan terbebas dari kehadiran mereka,” lanjutnya.
Baca Juga : Netanyahu Diam-diam ke Abu Dhabi, Ada Apa?
Laut Arab merupakan jalur maritim strategis yang membentang dari kawasan Semenanjung Arab hingga India. Wilayah tersebut juga terhubung dengan pesisir Iran dan Selat Hormuz.
Iran dan AS Berebut Kendali Selat Hormuz
Perseteruan Iran dan AS atas Selat Hormuz semakin meningkat sejak perang dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global diketahui melewati jalur strategis tersebut.
Setelah perang dimulai, Teheran memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Washington kemudian merespons dengan menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan di New York pada Senin bahwa Teheran telah menyampaikan persyaratan Mojtaba kepada AS dan komunitas internasional sebagai bagian dari rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, Araghchi tidak menjelaskan secara rinci apa saja persyaratan yang diajukan Iran.
Ia mengatakan Teheran juga telah membahas sejumlah gagasan dengan mediator Qatar. Usulan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah AS, sementara Iran menunggu tanggapan akhir Washington melalui Doha.
“Jika Amerika mengklaim bahwa mereka sedang mencari kesepakatan atau solusi damai, kami telah menyampaikan solusi tersebut,” kata Araghchi.
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menolak proposal Iran yang menawarkan gencatan senjata selama tujuh hari sebelum Selat Hormuz dibuka kembali.
Baca Juga : Usai Didemo, Presiden Serbia Mundur Tapi Maju sebagai PM
Iran menyampaikan proposal tersebut dalam Sidang Umum PBB di New York. Teheran menyebut usulan itu telah diteruskan kepada pihak AS melalui mediator Qatar.
“Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka Selat Hormuz karena mereka kalah telak,” kata Trump sebelum bertolak ke Tennessee.
“Kami menang besar,” lanjutnya.
Meski menolak proposal tersebut, Trump mengatakan dirinya memperkirakan pembicaraan antara AS dan Iran akan kembali berlangsung pada pekan ini.

[…] Mojtaba Khamenei Sebut AS Akan Terusir dari Timur Tengah […]